Connect with us

Berita Terbaru

Waduh! Emak-emak Korban Gusuran Terlibat Cekcok dengan Satpol PP Kota Tangerang Hingga Menangis Histeris

Published

on

Emak-emak aksi unjuk rasa saat terlibat saling dorong dengan Satpol PP Kota Tangerang. (Bantenhits/Hendra Wibisana)

Tangerang- Puluhan warga Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang menggeruduk gedung pusat pemerintahan Kota Tangerang, Senin, 14 Desember 2020

Massa korban gusuran ini memaksa ingin bertemu Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Namun apalah daya, mereka yang didominasi emak-emak dan anak-anak itu terhalang brikade Satpol PP.

Kedua kubu pun terlibat ricuh, aksi saling dorong pun tak terelakan.

Emak-emak yang gagal bertemu pun hanya bisa menangis histeris dan memaki-maki petugas yang menghadang mereka.

Alhasil, massa yang kecewa juga menyindir sosok Arief R Wismansyah yang enggan menemui korban gusuran tol JORR II. Mereka menilai sikap orang nomor satu di Kota Akhlakul Karimah itu berbanding terbalik saat menghadapi pemilu.

BACA :  Ruas Jalan Serang-Jakarta Ditanami Pohon Pisang

“Jangan datang saat mau pemilihan saja, kami datang mau mengadu bapak.tapi kenapa bapak (Walikota) tidak mau menemui kami Warga bapak sendiri,” teriak salah satu emak dalam orasinya.

Sementara, Koordinator massa aksi Syaipul Marsel menerangkan kedatangannya ke ‘gedung putih’ tidak lain untuk meminta pemerintah turut hadir atas persoalan warga korban gusuran sejak Tanggal 1 September 2020.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada tanggapan atas aspirasi yang disampaikan warga.

”Memang pernah ada dua kali mediasi tapi sampai saat ini tidak ada hasilnya. Untuk itu kami meminta kepada pemkot untuk menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah pusat,” ucapnya.

Kata Syaipul, di Kelurahan Jurumudi baru, ada 27 rumah dan 56 kepala keluarga (KK) yang belum di selsaikan oleh pelaksana penggusuran.

BACA :  Asik Main Remi, Bandar Togel di Tanah Tinggi Tangerang Diciduk Polisi

“Sesuai gugatan, warga meminta gusuran JORR ll di Kelurhan Jurumudi meminta 7 juta perimeter. Sampai saat ini belum ada kepastian. Sementara penggusuran sudah berlangsung,”terangnya.

Untuk diketahui kasus penggusuran warga di Kecamatan Benda tersebut saat ini telah masuk dalam mediasi di PN Tangerang, terkait gugatan harga konsinyasi.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler