Connect with us

Advertorial

IDI Ingatkan Warga; Kerumunan Memicu Lonjakan Kasus COVID-19 dan Peningkatan Jumlah Kematian Tenaga Medis dan Kesehatan

Published

on

Tim Mitigasi IDI mengungkapkan data tenaga medis dan kesehatan yang wafat akibat COVID-19. Foto Ilustrasi: FK UPH memberikan pembekalan khusus penanganan pasien Covid-19 kepada relawan medis. (Foto: Dok. FK UPH)

Jakarta – Aktivitas masyarakat yang berkerumun, tidak hanya berdampak pada melonjaknya penderita COVID-19, namun juga kematian tenaga medis dan kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, berdasarkan update pemantuan per 15 Desember 2020.

Merujuk pada fakta tersebut, Tim Mitigasi IDI mengimbau, agar dalam kehidupan adaptasi baru ini, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dan menghindari aktivitas yang melibatkan kerumunan.

“Mengimbau masyarakat agar meski vaksin Covid sudah tersedia, namun untuk perlindungan maksimal maka harus tetap juga menjalankan protokol kesehatan,” kata Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi, SpOT melalui keterangan tertulis, Senin sore, 15 Desember 2020.

BACA :  Aksi BPBD Kabupaten Serang Cegah Penyebaran Covid-19 selama Tiga Bulan Terakhir; Gencar Sosialisasi 3M hingga Sebar Masker dan Hand Sanitizer ke Warga

“Mengimbau para tenaga medis dan kesehatan agar tetap waspada dan tetap menggunakan APD dalam menjalankan tugas,” lanjutnya.

Tim Mitigasi IDI juga menyarankan, pemerintah pusat dan daerah harus memprioritaskan penanganan COVID-19 dengan meningkatkan fasilitas kesehatan.

363 Tenaga Medis dan Kesehatan Wafat

Berdasarkan Tim Mitigasi IDI, sejak Maret hingga pertengahan Desember 2020 ini, terdapat total 363 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi COVID-19.

Jumlah tersebut terdiri dari 202 dokter, 15 dokter gigi dan 146 perawat. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 107 dokter umum (empat di antaranya guru besar), 92 dokter spesialis (tujuh guru besar), serta 2 residen, dan 1 dalam verifikasi yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI wilayah (provinsi) dan 92 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

BACA :  Puluhan Warga Cilograng Lebak Tersambar Petir Usai Agustusan, Bupati Lebak Lakukan Ini Sebelum Peristiwa Terjadi

Menurut Dr Adib Khumaidi, SpOT, kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan ini merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid baik yang dirawat maupun yang OTG (Orang Tanpa Gejala). (ADVERTORIAL)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler