Connect with us

Advertorial

Provinsi dengan Penurunan Kasus COVID-19 Aktif Diminta Tetap Tingkatkan 3T

Published

on

Tren peningkatan kasus COVID-19 per 13 Desember 2020 mengalami penurunan. Ilustrasi: Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo meminta seluruh kepala daerah, Pangdam dan kapolda di Indonesia melarang kegiatan pengumpulan massa. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Perkembangan tren kasus COVID-19 aktif pada 13 provinsi prioritas per 13 Desember 2020, terdapat 6 provinsi mengalami penurunan dari minggu ke minggu. Di antaranya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Papua.

Sebaliknya, tren kasus aktif di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Bali mengalami kenaikan pada Minggu terakhir.

Sebagaimana disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

BACA :  Satgas Covid-19 Lebak Keliling 28 Kecamatan Lakukan Swab Tes Usai Libur Panjang

“Bagi provinsi yang mencatatkan penurunan kasus, saya meminta capaian positif ini terus dijaga dan juga ditingkatkan. Selalu pastikan upaya 3T ( testing, tracing dan treatment ), dapat dilakukan dengan baik, sesuai standar, sehingga yang positif COVID-19 dapat terdeteksi lebih dini dan segera mendapatkan layanan kesehatan. Dengan demikian pasien COVID-19 dapat sembuh,” ujarnya. 

Bagi provinsi lain yang mencatatkan peningkatan kasus aktif, Wiku meminta upaya 3T harus dievaluasi. Segera petakan permasalahan yang terjadi dan segera koordinasikan satgas di pusat jika terdapat kendala. Karenanya ia mengingatkan kembali, keberhasilan penanganan kasus aktif di daerah berkontribusi terhadap penanganan pandemi COVID-19 di tingkat nasional. 

Lalu, jika melihat tren kasus kesembuhan mingguan, masih disayangkan. Karena terdapat 6 provinsi yang mengalami tren penurunan kesembuhan dari minggu ke minggu. Keenamnya yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali. Kemudian, kesembuhan di Papua, Aceh dan Sumatera Barat pada grafiknya terlihat cenderung fluktuatif. 

BACA :  Muspika Muncang Gelar Rakor Covid-19, Ajak Warga Batasi Kegiatan di Luar Rumah

Sebaliknya, apresiasi diberikan pada Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Riau dan Kalimantan Timur memperlihatkan tren kasus kesembuhan yang meningkat dari minggu ke minggu.

“Sumatera Utara dan Riau, adalah provinsi yang konsisten mengalami peningkatan selama 4 minggu,” katanya. 

Ia juga berpesan bagi provinsi yang masih menunjukkan penurunan kasus kesembuhan agar betul-betul meningkatkan pelayanan kesehatan agar kesembuhan meningkat. Dan pada provinsi mengalami fluktuatif perkembangan kesembuhan, terus lakukan perbaikan pada testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) agar kesembuhan meningkat dan tidak mengalami penurunan kesembuhan. 

Lalu, jika melihat tren kasus kematian pada provinsi prioritas, 13 provinsi prioritas cenderung menunjukkan tren penurunan kematian dari Minggu ke minggu.

Namun khusus di Aceh, Bali dan Riau, pada minggu terakhir menunjukkan tren kenaikan kasus kematian. Per 13 Desember 2020, di Aceh angka kematian mencapai 4,11% dari 4,06% per 6 Desember diangka  dan Riau 2,29%, dari sebelumnya sebesar 2,26%. 

BACA :  Spesialis Maling Motor di Lebak Selatan Dicokok Tim Serigala; Bela-belain 'Tinggalin' Pacar Lalu Ikut Metik

Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala-gejala COVID-19 atau pernah kontak dengan orang hang positif COVID-19. “Kami apresiasi provinsi-provinsi yang berhasil menekan angka kematian secara 4 minggu berturut-turut,” pesan Wiku. (ADVERTORIAL)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler