Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Puskesmas Jawilan Kekurangan Tenaga Medis

Published

on

Gedung UPT Puskesmas Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang mengalami kekurangan dan kekosongan tenaga medis, khususnya spesialis dokter gigi. Hal itu terjadi sejak 2019 lalu.

Kepala UPT Puskesmas Jawilan, Imas Migiarti menyebutkan, di Puskesmas Jawilan jumlah pegawai saat ini ada 62 orang dengan kekurangan dokter umum 1 orang, dokter gigi 1 orang, bidan Desa 2 orang. Sedangkan jika dilihat jumlah populasi penduduk yang ada di Kecamatan Jawilan mencapai sekitar 55.539 jiwa.

“Harusnya, dokter minimal ada 3 orang tapi di kita ada 2 orang, dokter gigi juga tidak ada, bidan Desa kurang 2 orang. Tetapi hal ini tidak mematahkan semangat kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat tidak kurang satu apa pun yang artinya semua progam kita jalankan,” kata Imas kepada wartawan, Jum’at, 18 Desember 2020.

BACA :  Antisipasi Penyebaran Covid-19, Mendagri Minta Kepala Daerah Antisipasi Mobilitas Masyarakat saat Libur Panjang 28 Oktober-1 November

Imas menjelaskan, penambahan tenaga medis atau dokter dan kelengkapan spesialis dokter di Puskesmas Jawilan tentunya sangat menunjang penanganan terhadap pasien yang berobat.

“Jika sarana dan prasarana serta tenaga medis juga dokter cukup maka pada saat melayani masyarakat yang ingin berobat semua bisa ditangani lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya, dokter umum itu beban kerjanya terlalu berat, jadi harus ada penambahan lagi. Bahkan diakuinya, surat untuk permohonan pengajuan penambahan pun telah dilayangkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Serang agar adanya penambahan jumlah tenaga medis dan dokter.

“Sampai saat ini Puskesmas Jawilan belum ada penambahan jumlah tenaga medis, mungkin masih belum diberikan, dan semoga layangan pengajuan tersebut cepat diproses dan dikabulkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (dr Agus Sukmayadi, red),” ungkap Imas.

BACA :  Kesaksian Warga Pulo Ampel soal Ledakan di PT Redeco Petrolin Utama

Lebih lanjut, Imas menuturkan, pengajuan itu dilayangkan tahun 2019, maksud permohonan tersebut agar kinerja di Puskesmas Jawilan bisa lebih maksimal dalam pelayanannya. Sehingga masyarakat pun saat berobat tidak kekurangan dokter, dan supaya ada dokter yang stand by.

“Masalahnya pernah ada pasien yang mengeluh, mereka kalau sore pengennya ketemu langsung dengan dokter tapi karena kekurangan dokter kita berikan pengertian ke masyarakat tersebut, di sini kami dokter selalu on call sore dan malam,” tuturnya.

Sedangkan, kata Imas, untuk poned 24 jam, UGD 24 Jam, rawat inap 24 Jam, dan rawat jalan juga 24 jam. Sebab, banyak yang dari perusahaan – perusahaan datang di luar jam kerja, misalnya di bawah pukul 14.00 WIB biasanya mereka datang sampai malam namun tetap dilayani.

BACA :  Keren! Petinggi Partai Kebangkitan Bangsa Rela Basah-basahan Tengok Korban Banjir di Kab. Tangerang

“Harapan kami sangat besar sekali, Kami ingin Puskesmas tempat kami bekerja ada penambahan baik dokter umum, dokter gigi, dan bidan Desa karna masyarakat juga sudah 2 tahun mengeluh karena tidak adanya dokter gigi,” harapnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler