Connect with us

Berita Terbaru

Hasil Hubungan Gelap, Wanita Bersuami di Pandeglang Tega Buang Bayi Hidup-hidup ke Kolam

Published

on

Aparat Kepolisian saat Mendatangi Lokasi Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik Merah dan Putih di Kolam Warga Kecamatan Cikeusik, Pandeglang (ISTIMEWA)

Pandeglang – Mayat bayi yang ditemukan di kolam ikan di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, ternyata dibuang hidup-hidup oleh ibu kandungnya berinsial RH (24).

Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Mochammad Nandar mengatakan, pada 17 Desember 2020 lalu, RH melahirkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki di dalam kamar mandi rumahnya.

“Saat lahir bayinya sempat menangis, betul sekali (Dibuang Hidup-hidup), bayi lahir dalam perkiraan usia kandungan 8 bulan,” katanya.

Alasan RH membuang darah daginya karena khawatir ketahuan oleh sang suami. Lantaran menurut Nandar, bayi yang RH kandung merupakan hasil hubungan gelap dengan pria berinsial D.

BACA :  Diprotes, 'Polisi Tidur' di Jalan Multatuli Dibongkar

“Karena panik dan takut ketahuan suaminya, kemudian pelaku mengambil plastik di dapur dan memasukannya ke dalam plastik dan membuangnya ke kolam,” ungkapnya.

Nandar menjelaskan, hubungan gelap RH dan D terjadi sebelum RH menikah dengan suaminya pada 17 Agustus 2020 lalu.

“Selama pacaran, RH dan D melakukan hubungan suami istri sebanyak dua kali hingga RH hamil. Dalam keadaan hamil itu RH menikah dengan lelaki lain yang kini menjadi suami sahnya,” jelasnya.

Pada Rabu 23 Desember 2020, sekitar jam 07.30 WIB. Suami pelaku yang hendak membuat jemuran pakaian malah menemukan bayi dalam plastik tersebut, sehingga suami RH melaporkan penemuan itu ke pihak Desa dan Polsek Cikeusik.

BACA :  Setiap Tahun, Pemprov Banten Akan Alokasikan Rp1 M untuk Seren Taun Cisungsang

“Mayat bayi tersbeut ditemukan oleh suami RH, lalu melaporkannya ke pihak desa dan Polsek Cikeusik,” tandasnya.

Kini RH sudah digelandang ke Mapolres Pandeglang, pelaku diancam dengan pasal Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Jo pasal 76C Undang-undang (UU) RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Editor : Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler