Connect with us

Berita Terbaru

Bejat, Oknum Guru Ngaji di Carenang Serang Tega Gauli Santri Kala sang Istri Mengandung

Published

on

Kapolres Serang AKBP Mariyono saat memimpin konferensi pers soal kasus pencabulan guru ngaji terjadap anak muridnya. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Satreskrim Polres Serang mengamankan oknum guru ngaji berinisial AG (26) yang telah melakukan tindakan pidana pencabulan terhadap muridnya di Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.

Kapolres Serang, AKBP Mariyono mengatakan, penangkapan itu berdasarkan laporan dari orang tua korban kepada kepolisian pada tanggal 15 Desember 2020.

“Bahwa telah terjadi adanya pencabulan yang dilakukan tersangka kepada korban selaku anak didik pelaku di majelis di daerah Carenang,” ujar Kapolres kepada awak media di Aula Mapolres Serang, Selasa, 29 Desember 2020.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, lanjut Mariyono, kepolisian Polres Serang melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk melakukan visum terhadap korban.

BACA :  Santer Dapat Tangkal Virus Corona, Harga Jahe di Rangkasbitung Tembus Rp50 Ribu/Kilogram

“Setelah visum (korban satu korban, red) kemudian akhirnya korban yang lain melapor jadi dari satu menambah empat korban jadi lima korbannya,” tegas Kapolres.

Dicabuli Oknum Guru Ngaji Cabul

Lima korban ditindaklanjuti, setelah dilakukan pemeriksaan diketaui hanya dua orang yang setubuhi oleh pelaku AG guru ngaji cabul.

“Dua yang di setubuhi (berinisial NP dan SF) dan tiga lainya (berinisial RA, NS dan SP) seperti itu,” katanya

Modusnya tersangka menakuti korbanya dengan ancaman tidak boleh mengaji kepada dirinya, jika korban tidak mau menuruti keinginan perbuatan bejad itu.

“Sehingga korban takut dan menuruti kemauan dari tersangka ini. Kasus ini kita akan tindaklanjuti lagi tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lainya,” jelasnya.

BACA :  Pabrik HSM 2 Krakatau Steel Diresmikan; Jokowi Bilang Jangan Biarkan Dimasuki Produk Luar

Cabuli Muridnya Karena Istri Lagi Mengandung

Pelaku AG mengaku perbuatan bejat dirinya dilakukan, setelah 7 bulan tidak bisa melampiaskan birahinya kepada sang istri yang sedang mengandung anak pertama.

“Karena nafsu istri lagi hamil 7 bulan  (karena istri lagi hamil, red) iya pak,” singkat pelaku kepada awak media

Perbuatan pelaku menyetubuhi dan atau melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, sebagaimana yang di maksud dalam pasal 81 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (5) dan atau pasal 82 ayat (1), ayat (2) dan (4) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perbuatan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

BACA :  Target LTT Kementan di Lebak Terlampaui, Distanbun Optimalkan POPT

Atas perbuatannya itu, kini pelaku terancam hukuman 5 sampai 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar.

Editor: Mursyid Arifin



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler