Connect with us

Berita Terbaru

Kejari Cilegon Bantu Tangani Piutang PT KIEC dan KBS

Published

on

Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyo Wahyudi Saat Memberikan Plakat kepada Kejari Cilegon. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon dalam persoalan piutang.

Hal itu terlihat saat dua anak perusahaan PT Krakatau Steel itu menjalin kerjasama dengan Kejari Kota Cilegon.

Mereka bekerjasama dengan korps Adhyaksa agar tagihan piutang beberapa perusahaan mitra dapat terselesaikan.

Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyo Wahyudi menerangkan berkat bantuan dari Kejari Cilegon, piutang konsumen terhadap perusahaan yang bergerak di bidang kepelabuhanan tersebut tertagih sebesar Rp640 juta. Piutang itu merupakan hutang konsumen sejak tahun 2015 hingga 2017.

BACA :  Pilkades Serentak di Lebak, Ini Empat Kecamatan Rawan Anarkistis

“Sebenarnya masih ada sisa total sebesar Rp4,8 milliar dengan demikian di tahun depan akan kita kejar lagi bersama Kejari Cilegon,”kata Alugoro usai penandatanganan berita acara pengembalian piutang negara di kantor Kejari Cilegon.

Sementara Dirut PT KIEC Priyo Budianto mengatakan untuk piutang PT KIEC yang berhasil tertagih dari perusahaan mitra sebesar Rp10 miliar terkait sewa lahan di kawasan indusri PT KS.

Dengan peran aktif Kejari Cilegon, kata Priyo, PT KIEC selaku pengelola kawasan yang juga pemegang HPL lahan seluas 550 hektar di Kotasari dan Warnasari bisa bekerjasama baik dengan PT Cigading Habeam Centre sebagai salah satu perusahaan industri yang beroperasi dalam Kawasan Industri Krakatau.

BACA :  Labora Sitorus Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

“Dan kami akan terus dorong seluruh kesatuan Kejari yang ada di Banten ini untuk sama-sama bersinergi dengan seluruh sektor yang ada di provinsi Banten,” timpal Kajati Banten Asep N Mulyana.

Asep menjelaskan, persoalan perdata, fungsi kejaksaan sebagai jaksa pengacara negara sudah lama dan sebagai salah satu bagian ikon disamping masalah pidana.

Hanya saja, lanjut Asep hal itu  belum tersosialisasikan dengan baik sehingga tidak dioptimalkan peran tersebut.

“Padahal sekali lagi kami punya komitmen sesuai arahan Kajagung bersinergi membantu dan mengamankan aset-aset dari pada BUMN ini,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler