Connect with us

Advertorial

Pasien COVID-19 Sembuh Terus Bertambah Menjadi 596.783 Orang Per 29 Desember 2020

Published

on

Data Satgas Penanganan COVID-19 menyebutkan, pasien COVID-19 sembuh terus bertambah menjadi 596.783 orang per 29 Desember 2020.(FOTO: covid19.go.id)

Jakarta – Pasien COVID-19 per 29 Desember 2020, terus meningkat kumulatifnya menjadi 596.783 orang atau persentasenya 82,1 %. Jumlah tersebut termasuk juga penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.805 orang.

Sebaran daerah secara urutan kesembuhan harian, Jawa Barat menjadi yang tertinggi menambahkan sebanyak 1.158 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 68.353 kasus. DKI Jakarta kedua harian menambahkan kesembuhan mencapai 1.007 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 161.243 kasus.

Diikuti Jawa Tengah urutan ketiga menambahkan 794 kasus dan kumulatifnya mencapai 53.428 kasus. Urutan keempat berada di Jawa Timur dengan 793 kasus dan kumulatifnya mencapai 70.467 kasus. Dan Sulawesi Selatan menambahkan 512 kasus dan kumulatifnya 25.440 kasus.

BACA :  Fakta soal Bayi dalam Plastik Merah Putih; Ibunya Berzina dengan Pacar Lalu Nikah dengan Pria Lain dalam Kondisi Hamil

Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif, hari bertambah sebanyak 7.903 kasus. Jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, berjumlah 727.122 kasus. Melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini berjumlah 108.636 kasus dan persentasenya 14,9%.

Sebaran daerah secara urutan harian, DKI Jakarta yang tertinggi sebanyak 2.056 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi menjadi 179.660 kasus. Kedua harian berada di Jawa Barat keempat menambahkan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1.329 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga mencapai 81.322 kasus.

Ketiga harian ada di Jawa Tengah sebanyak 1.056 kasus dan kumulatifnya mencapai 79.826 kasus. Jawa Timur keempat harian dengan menambahkan 789 kasus dan kumulatifnya masih urutan kedua mencapai 82.321 kasus. Dan kelima di Sulawesi Selatan menambahkan 568 kasus dan kumulatifnya mencapai 30.030 kasus.

BACA :  Pengurus Siap Hadapi Gugatan Pemalsuan Laporan Bank Banten

Untuk pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 251 kasus dan kumulatifnya mencapai 21.703 atau 3,0% dari pasien terkonfirmasi. Secara urutan harian, tertinggi berada di di Jawa Tengah dengan menambahkan 91 kasus dan kumulatifnya masih urutan ketiga, menembus angka 3.422 kasus.

Urutan kedua harian di Jawa Timur dengan menambahkan pasien meninggal sebanyak 64 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi menembus 5.701 kasus. Ketiga harian DKI Jakarta menambahkan 18 kasus dan kumulatifnya mencapai 3.228 kasus. Sulawesi Tenggara hari ini masuk urutan keempat menambahkan 11 kasus dan kumulatifnya 145 kasus.

DI Yogyakarta hari ini menempati urutan kelima harian dengan menambahkan 10 pasien meninggal dan kumulatifnya mencapai 249 kasus. Sementara Jawa Barat hari ini mencatatkan 2 kasus dan kumulatifnya tetap urutan keempat berjumlah 1.159 kasus.

BACA :  Waspada Corona! SD dan SMP di Kota Cilegon Wajib Sediakan Wastafel dan Hand Sanitizer

Selain itu, laporan data hasil uji pada 510 laboratorium jejaring per 29 Desember 2020, jumlah spesimen selesai diperiksa per hari sebanyak 65.143 spesimen dan kumulatifnya 7.224.452 spesimen. Jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 42.805 orang dan kumulatifnya 4.831.091 orang.

Sementara jumlah negatif COVID-19 dari hasil periksa, per hari ini sebanyak 34.902 orang dan kumulatifnya 4.103.969 orang. Selain itu per hari ini jumlah suspek tercatat ada 68.181 kasus. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.(ADVERTORIAL)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler