Connect with us

Berita Terbaru

Ditolak Berobat di Puskesmas, Ibu Muda di Kota Serang Keguguran

Published

on

Hamliah (Kiri) Didampingi Nadiroh (Kanan) saat Memberikan Keterangan Pers (BantenHits/Mahyadi)

Serang – Hamliah (35) warga lingkungan Sambi Gerowong, Kelurahan Saukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang, mengalami keguguran kan⁹dungan setelah sempat ditolak berobat di Puskesmas Ciwaktu, pada Kamis 7 Januari 2021 malam.

Nadiroh keluarga korban menjelaskan, saat malam tersebut dirinya bersama Hamliah seorang ibu yang sedang mengandung mengalami sakit yang luar biasa di bagian kepala, dan harus mendapatkan penanganan  pertama.

“Saat itukan nyari puskesmas yang terdekat saja, pas di Puskesmas saya turun duluan ngomong ke perawat tolong ada yang darah tinggi ibunya lagi hamil, tapi bidan itu bilang tidak ada dokternya,” jelansya kepada awak media di kediamannya, Jumat 15 Januari 2021.

BACA :  Tsunami dan Bakteri Ancam Populasi Badak Jawa di Ujung Kulon

Ia mengaku kecewa telah ditolak mentah-mentah oleh petugas kesehatan di Pukesmas tersebut dan tidak dilayani dengan sebagaimana mestinya.

“Yang parah nya lagi tidak diberikan pertolongan pertama pada pasien langsung di suruh ke RS, Harusnya masuk dulu di periksa kalau suruh di rujuk harusnya ada gitu surat rujukannya,” ungkapnya.

Saat hendak berangkat ke rumah sakit dirinya dan korban juga diminta petugas untuk tidak mengatakan dari Puskesmas Ciwaktu.

“Tanpa ada surat rujukan sama sekali, kami mohon untuk di tindak lanjuti dan biar tidak ada lagi pasien yang sama nasibnya,” pungkasnya.

Sementara Kepala UPT Puskesmas Ciwaktu, Yayat Cahyati mengaku penanganan kesehatan di tempatnya sudah sesuai dengan prosedur dan tindakan yang terbaik.

BACA :  Waspadai KM 38 Tol Tangerang-Merak!

“Ada kalanya dan suaminya pulang bahwa pasien kemarin dia abis di rawat di DKT karena hipertensi darah tinggi mencapai 200. Karena yang punya riwayat hipertensi dan punya keluhan lagi kemungkinan itu ada hipertensinya,” katanya.

Editor : Engkos Kosasih



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler