Connect with us

Berita Terbaru

Motor Hasil Penggelapan dari Debt collector di Banten Dijual Rp3-4 Juta ke wilayah OKU; Pengirimannya Pakai Drum

Published

on

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima (tengah) didampingi Kapolsek Cipondoh AKP Maulanan (kedua kanan). (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Polsek Cipondoh, Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar kasus penggelapan dan pencurian motor antar Provinsi.

Tiga pelaku masing-masing KW, AS dan AW serta 11 motor tanpa surat-surat berhasil diamankan.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima menuturkan, pengungkapan kasus dugaan penggelapan dan pencurian kendaraan bermotor ini berawal dari informasi masyarakat bahwa sering terjadi transaksi penjualan kendaraan sepeda motor yang tidak di lengkapi dengan surat-surat di Rest Area Km.14 Tol Tangerang – Jakarta.  

Berbekal informasi itu, lanjut dia, Tim Polsek Cipondoh langsung melakukan pengembangan hingga mendapat dua orang yang diduga pelaku bersama 1 (satu) unit sepeda motor atas nama salah satu pelaku dan sepuluh unit sepeda motor tanpa dokumen atau surat-surat.

BACA :  Galian di Jalan Raya Serang Bikin Macet

“Dari keterangan pelaku, modus ini merupakan pekerjaan sehari-hari pelaku, diperoleh dari para Debt collector (Leasing),”kata Deonijiu dalam gelar perkara di Mapolsek Cipondoh, Senin, 18 Januari 2021.

Ke sebelas motor ini rencananya akan dikirim ke wilayah OKU (Ogan Komering Ulu) Provinsi Sumatera Selatan menggunakan menggunakan kendaraan truk dengan modus menumpukan drum-drum kosong diantara motor.

Kata Deonijiu, Para pelaku mengaku akan menjual motor hasil penggelapan dan pencurian ini dengan nilai antara Rp 3 juta hingga Rp 4juta sesuai kondisi.

Ia menambahkan, barang bukti sebelas motor dan satu truk pengangkut, kini diamankan di polsek Cipondoh guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, para tersangka Dikenakan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 481 KUHP, dengan ancaman penjara 7 Tahun,” pungkasnya.

BACA :  Stok Pangan di Pandeglang Aman Meski Dilanda Kekeringan

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler