Connect with us

Berita Utama

Beredar Hoaks soal Suntikan Vaksin ke Jokowi, Ini Penjelasan Ketua IDI

Published

on

Tangkapan layar hoaks yang menyebutkan vaksin yang disuntikkan ke Presiden Joko Widodo tidak masuk ke tubuhnya.(FOTO: covid19-go.id)

Jakarta – Akun Facebook Muji Hartati (fb.com/muji.hartati.1447) pada 15 Januari 2021 mengunggah sebuah video berisi detik-detik saat Presiden Joko Widodo menjalani vaksinasi. Video tersebut dilengkapi dengan narasi, “Cairan nya Masih Utuh Udah di Cabut Aaaja Mao Bohongin Rakyat Hadehhh”.

Dikutip BantenHits.com dari laman covid19.go.id, berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa cairan vaksin yang disuntikkan ke Presiden Joko Widodo masih utuh saat dicabut adalah klaim yang keliru.

Faktanya, Ketua PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih menegaskan, penyuntikkan yang dilakukan Prof. Abdul Muthalib sudah benar. Sebab, ia pun disuntik oleh orang yang sama.

Prof.dr. Abdul Muthalib sendiri mengaku bersyukur tidak ada halangan saat dirinya menyuntikan vaksin Covid-19 tersebut ke Presiden Jokowi.

Pernyataan Ketua PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih ini menjawab opini dari dr. Taufiq Muhibbuddin Waly, Sp.PD, seorang dokter yang berasal dari Cirebon. dr. Taufiq sebelumnya menyimpulkan vaksinasi yang dilakukan kepada Presiden Jokowi gagal.

“Setelah melihat berkali-kali video itu dan berdiskusi dengan para dokter serta para perawat senior, maka saya menyimpulkan bahwa vaksinasi yang Anda lakukan adalah gagal,” tulis dr Taufiq.

BACA :  Honorer Minta Keseriusan Bupati Lebak soal Upah Layak

Alasannya, suntikan vaksin seharusnya menembus otot, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai intramuskular dan dilakukan dengan tegak lurus 90 derajat. Menurut Taufiq, penyuntikkan vaksin Covid-19 ke tubuh presiden Joko Widodo tidak dilakukan dengan benar, maka vaksin tidak menembus otot dan tidak akan memiliki efek perlindungan.

Taufiq juga menyinggung risiko terjadinya Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.

dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan, tulisan tersebut merupakan suatu opini dari penulis dan bukan berdasarkan data serta kajian ilmiah.

“Itu opini karena yang pertama, yang bersangkutan tidak ada di tempat saat penyuntikkan. Jadi dia tidak tahu kondisi di sana,” tutur dr Daeng kepada Suara.com, Kamis, 14 Januari 2021.

dr Daeng menegaskan bahwa penyuntikkan yang dilakukan oleh Prof Abdul Muthalib sudah benar. Sebab, iapun disuntik oleh orang yang sama.

“Kedua, kenapa saya bantah, saya juga disuntik oleh orang yang sama yang menyuntik presiden, masuk ke otot suntikannya,” tegas dr Daeng.

Terkait reaksi ADE yang bisa muncul usai vaksinasi virus Corona, lagi-lagi dibantah oleh dr Daeng. dr Daeng menjelaskan bahwa vaksin Sinovac sudah diuji klinis oleh PT Bio Farma dan peneliti dari Universitas Padjajaran. Dalam hasil penelitian yang dilaporkan ke BPOM, tidak ditemukan adanya reaksi tersebut.

BACA :  Server Tak Memadai, Perpustakaan Online di Pandeglang Belum Efektif

“Maka sekali lagi saya tegaskan, itu hanya opini karena penulis tidak berdasarkan fakta dan uji klinis. Sehingga pendapat itu tidak boleh diikuti, tidak valid, dan tidak kredibel,” tambahnya.

Menurut dr Daeng, PB IDI telah berkoordinasi dengan IDI Cirebon sebagai organisasi profesi yang menaungi dr Taufiq Waly. Ke depannya, ia berharap dokter-dokter dapat mengeluarkan pendapat tentang vaksin berdasarkan data ilmiah dan hasil uji klinis.

Penyuntikan Berhasil tanpa Pendarahan

Sementara itu, penyuntik vaksin Prof.dr. Abdul Muthalib mengaku sedikit gemetaran saat menyuntikan vaksin Covid-19 ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya hal ini untuk pertama kalinya ia lakukan sepanjang karirnya di dunia kesehatan.

“Ya namanya menyuntik orang pertama di Indonesia, tentu ada perasaan itu juga. Tapi pada saat penyuntikan itu tidak masalah hanya penyuntikan saja gemetaran,” ujar Abdul Muthalib di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2021.

Namun demikian, Abdul mengaku besyukur tidak ada halangan saat dirinya menyuntikan vaksin Covid-19 tersebut ke Presiden Jokowi. Presiden Jokowi juga tidak merasakan sakit pada saat disuntikan.

BACA :  Diburu Polisi ke Hutan-hutan dan Tempat Ziarah, Ini Penampakan Pembunuh Misterius Petani di Serang

“Alhamdulilah saya berhasil menyuntikan vaksin ke Bapak Presiden. Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disuntikan vaksin Covid-19 pertama kali pada Rabu, 13 Januari 2021. Penyuntikan vaksin Covid-19 ini dilakukan di Istana Merdeka.

Cairan Vaksin Masuk

Dilansir dari Medcom.id, dalam video penyuntikan yang disiarkan langsung, tampak jelas suntik itu menancap. Dari perhitungan Tim Cek Fakta Medcom, jarum suntik itu menancap di tubuh Presiden sekitar sembilan detik.

“Kita bisa cek di kanal Youtube Sekretariat Presiden terkait vaksinasi tersebut. Durasi sembilan detik itu dapat dilihat dari menit ke-32 detik ke-4 hingga detik ke-13. Terkait isu bahwa cairan vaksin tidak masuk ke tubuh Jokowi, itu juga terbantahkan. Kita bisa perhatikan bagian berwarna hitam pada suntik tersebut.” tulis Medcom.id dalam laporannya.

Perhatikan lagi pada menit ke-32 detik ke-04. Bagian hitam pada suntik, masih jauh dari jarum suntik atau bagian berwarna tosca. Cairan vaksin berada di antara dua bagian itu. Kemudian pada menit ke-32 detik ke-13, bagian hitam pada suntik itu menempel atau dekat sekali dengan bagian tosca. Artinya, cairan vaksin sudah keluar dari suntik dan masuk ke tubuh Jokowi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler