Connect with us

Berita Terbaru

Lapas Kelas II A Serang Berikan Rehabilitasi Sosial dan Medis kepada Napi Narkoba

Published

on

FOTO Ilustrasi: Kepala Lapas Kelas IIA Serang Heri Kustira beserta pejabat struktural dan petugas saat mengikuti Apel Pegawai Akhir Tahun 2020. (BantenHits.com/Mahayadi)

Serang – Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas II A Serang akan memberikan rehabilitasi sosial dan medis bagi warga binaan yang terlibat kasus narkoba di Lapas Serang. Sebagai langkah kesiapan, Lapas Kelas II A Serang menggelar kegiatan assesment, Senin, 18 Januari 2021.

Wartawan BantenHits.com Mahyadi melaporkan, kegiatan assesment dilaksanakan di Ruang Kunjungan dan Klinik Lapas Serang. Terpantau 110 warga binaan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Tim Pokja Lapas Serang yang terdiri dari tiga orang Petugas Lapas Serang serta 9 orang Petugas dari Yayasan Wahana Cita Indonesia.

BACA :  Sampah Menumpuk, Plt Wali Kota Cilegon: Enak Aja Nyalahin Pemerintah

Adapun kegiatan tersebut dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS1395.PK.01.06.04 Tahun 2020 Tanggal 14 Desember 2020 Tentang Penetapan UPT Pemasyarakatan Penyelenggara Layanan Rehabilitasi Pemasyarakatan Bagi Tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan Pecandu, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Tahun 2021.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Heri Kusrita menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk memulihkan serta mengembangkan kemampuaan fisik, mental dan sosial penderita penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, tak banyak saat masuk ke Lapas mental mereka menurun dengan segala kekhawatiran terutama kekhawatiran tidak bisa diterima lagi oleh masyarakat.

“Dengan adanya rehabilitasi ini, maka mental mereka kembali kuat untuk kembali lagi ke masyarakat” ujar Kalapas.

BACA :  Riset Balitbang Kemenag Terhadap Calon Haji di Lebak: Kearifan Lokal Masih Tinggi

110 warga binaan pemasyarakatan yang terdiri pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika yang mengikuti assesment di Lapas Serang akan dinilai kelayakan untuk ikut rehab.

“Selama enam bulan, setelah rehab kita diharapkan tidak mengulangi lagi perbuatan penyalahgunaan narkoba,” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler