Connect with us

Berita Terbaru

Kecewa Penerima BST COVID-19 Berkurang di Tahun 2021; Warga Mancak Tantang Adu Data

Published

on

Ilustrasi Bansos (Net)

Serang – Forum Rukun Tetangga (RT) Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten kecewa terhadap kebijakan pengurangan kuota penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementrian Sosial (Kemensos) RI, lantaran tak ada sosialisasi.

Ketua Forum RT Desa Mancak, Sobar Rohmat mengatakan, warga memprotes kebijakan Dinsos Kabupaten Serang dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Risma Harini yang mencoret nama-nama penerima BST tahap ke-10 yang seharusnya cair pada 14 Januari 2021 lalu.

“Atas nama Forum RT Desa Mancak kecewa tidak ada pemberitahuan kebijakan pengurangan jumlah penerima BST Kemensos,” tegas Sobar kepada wartawan BantenHits.com, Rabu, 20 Januari 2021.

Sebab menurutnya, pencairan tahap ke-1 sampai ke-9 bagi warga penerima BST yang terdampak pandemi COVID-19 itu tidak ada masalah. Bahkan, kata Sobar di Desa Mancak sendiri data awal penerima BST sebanyak 904 KPM, namun pada tahap 10 kemarin yangg dapat undangan barcode pengambilan BST hanya 474 KPM.

BACA :  Bocah Terjatuh dari Tangga Kapal yang Hendak Sandar di Pelabuhan Merak

“Warga kecewa gak dapat BST. Sementara kata Mensos tidak ada pengurangan jumlah penerima BST per orang Rp.300 ribu per bulan sampai dengan April,” ujarnya.

Sobar tak abis pikir, jika alasan invalid dan data NIK ganda atau meninggal dunia tidak masuk akal mengingat nama-nama penerima BST bersumber dari KTP/KK yang dikeluarkan Disdukcapil.

“Data invalid aneh, KTP/KK tidak ada masalah di tahap sebelumnya tahap 1 sampai dengan 9. Sebelumnya lancar-lancar saja. Kalau dibilang KTP/KK invalid kita berani ngadu data dengan Kemensos dan Dinsos,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, kuota penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos) tahap pertama, yakni diawal Januari 2021 di Kabupaten Serang, Banten, berkurang sekitar 36.165 keluarga penerima manfaat (KPM).

BACA :  Ponpes Al-Jauhariyah Diduga Tercemar Limbah B3, Tiga Perusahaan di Serang Akan Bikin Turap

Dinas Sosisal (Dinsos) Kabupaten Serang mencatat, angka pengurangan tersebut terlihat dari kuota sebelumnya, yakni pada Desember 2020, mencapai 98.974 KPM yang berhak menerima BST Kemensos.

“Di Desember sudah mendapatkan bantuan, 138.139 KPM per terakhir Desember 2020. Pengurangan. Kuota sebanyak 98.974 KPM. Terkurangin 36.165,” kata Sekretaris Dinsos Kabupaten Serang, Sri Rahayu Basuki saat ditemui di kantornya, Rabu, 13 Januari 2021.

Sementara, lanjut Sri, data yang diusulkan Dinas Sosial ke Kemensos sangat banyak yaitu sekitar 300 ribu orang lebih. Jumlah inipun berdasarkan data yang diusulkan oleh Pemerintah Desa masing-masing melalui aplikasi SIKS-NG.

“Jumlah yang mendapatkan BST, semua diusulkan data yang masuk 300 ribu orang lebih dari desa diusulkan melalui aplikasi SIKS-NG oleh operator desa masing-masing,” pungkasnya.

BACA :  Adakah Anggota DPR RI Asal Banten Terlibat Korupsi e-KTP?

Sementara Dilansir dari Kompas.com, Menteri Sosial Tri Risma Harini memastikan bahwa penerima bantuan sosial tunai ( BST) tak akan berkurang dari 10 juta keluarga di Indonesia.

Menurut Risma, angka tersebut sesuai dengan jumlah penerima BST sebelumnya, yang disalurkan pada pada 2020 lalu.

“Pokoknya data pemerima bansos tidak berubah 10 juta keluarga. Intinya enggak ada pengurangan data penerima bansos,” kata Risma.

Editor : Engkos Kosasih



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler