Connect with us

Berita Terbaru

Sekda Kab. Tangerang Ujug-ujug Datangi Dua Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Ternyata …

Published

on

Sekda Kab. Tangerang Maesyal Rasyid (kedua kiri) saat meninjau Rumah sakit rujukan Covid-19. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid mengunjungi dua rumah sakit rujukan Covid-19, Selasa, 19 Januari 2021. Masing-masing RS Metro Hospitals Cikupa dan Ciputra Hospitals Citra Raya.

Kedatangan orang nomor satu di jajaran ASN Kabupaten Tangerang itu bertujuan untuk mengecek kapasitas dan kesiapan rumah sakit dalam menangani kondisi pandemi Covid-19. 

“Ini dalam rangka mengecek kesiapan RS dalam kondisi pandemi. Sesuai edaran Menkes dalam Zona merah, Rumah sakit, Klinik maupun rujukan diwajibkan (kapsitas) minimal 40% untuk pasien Covid-19,”kata Maesyal kepada sejumlah wartawan. 

Dari hasil tinjauan, menurut Maesyal dua rumah sakit swasta tersebut sudah menerapkan lebih dari 40% kapasitasnya untuk penanganan Covid-19.

BACA :  Penderita Corona di Tangerang Sudah Menularkan Virus ke Warga Luar?

Bahkan, khusus untuk Ciputra Hospitals sudah melampaui standar yang ditentukan karena sudah mencapai 55%. Dari 162 tempat tidur yang sudah disiapkan, 90 tempat tidur dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan 72 kamar untuk pasien umum.

“Saya berharap masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang,” Ujarnya 

Sementara, Direktur Rumah Sakit Metro Hospitals dr. Lily A. Widya Winata menuturkan, pihaknya akan terus menambahah kebutuhan kapasitas rumah sakit khusus untuk penanganan Covid-19. Diantaranya dengan menambah tempat tidur bagi pasien Covid-19, dari 20 bed menjadi 39 bed. 

“Mudah-mudahan diawal februari penambahan kapasitas tempat tidur bisa terealisasi untuk penanganan Covid-19,”tukasnya.

BACA :  KPU Pandeglang Temukan 1.069 Data Anggota Parpol Ganda

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler