Connect with us

Berita Utama

Berawal dari Kotak Styrofoam, Ternyata yang Ditemukan Ditpolairud Polda Banten Nilainya Rp 6 M

Published

on

Ditpolairud Polda Banten menggelar press confrence terkiat pengungkapan penyelundupan bibit lobster senilai Rp 6 miliar. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Direktorat Polisi Perairan dan Udara atau Ditpolairud Polda Banten mengagalkan aksi penyelundupan benih lobster senilai sekitar Rp 6 miliar.

Selain mengagalkan penyelundupan bibit lobster yang didapatkan di Perairan Binuangen, Lebak, Banten, petugas juga berhasil mengamankan sebanyak dua orang tersangka sebagai pengepul bibit lobster.

Informasi yang berhasil dihimpun penangkapan terjadi Rabu, 20 Januari 2021 sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelum terjadinya penangkapan diketahui Tim Subdit Gakkum Polairud Polda Banten melaksanakan pemantauan  wilayah di Perairan Binuangeun, Kabupaten Lebak.

Tak lama melakukan kegiatan patroli, petugas menemukan nelayan yang sedang beraktivitas membawa kotak styrofoam yang berisi benih lobster. Saat dimintai keterangan didapati bahwa styrofoam tersebut dikumpulkan di rumah salah satu warga di Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

BACA :  Ssst.... Bupati Perempuan Ketua Golkar Ini Foto Bareng Jokowi, Calon Wakil Presiden?

Tim Gakkum Polda Banten kemudian melakukan pengintaian aktivitas rumah warga. Pada pukul 23.00 WIB. Saat itu didapati sejumlah orang membawa kotak warna hitam menggunakan kendaraan sepeda motor  Honda Scoopy dengan nomor polisi A 6304 CU. 

Kemudian, anggota Polairud Polda Banten memberhentikan kendaraan tersebut. Petugas mendapati kotak styrofoam di dalamnya berisi sekitar 24.000 ekor benih lobster jenis pasir dan jenis mutiara.

Kemudian petugs mengamankan dua orang berinisial  MY (26), warga Desa Cikeruh Wetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang dan (CH) warga Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Wakil Direktur Polairud Polda Banten, AKBP Abdul Majid saat pers release, pihaknya masih memburu sejumlah orang yang diduga merupakan tersangka lainnya.

BACA :  Satu Orang Jemaah Haji Asal Kabupaten Lebak Wafat di Tanah Suci

“Ini masih pengembangan kalau ada tersangka lain. Sementara tersangka yang berhasil diamankan tersebut telah melanggar pasal 26 ayat 1 Undang-Undang 45/2009 tentang Perikanan,” kata Majid dalam Konfrensi Pers di Ditpolairud Polda Banten, Merak, Kamis, 21 Januari 2021.

Majid menjelaskan, atas perbuatan tersebut dua tersangka terancam hukuman 8 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar.

“Penjualan benih lobster dengan jumlah 24.000 ekor tersebut senilai Rp 6 miliar yang akan diselundupkan di daerah Jawa Barat.  Kita berhasil mengamankan kerugian negara Rp 6 miliar,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler