Connect with us

Berita Terbaru

Kabar Baik! 4.025 Guru Honor dan Tenaga Kependidikan di Kab. Tangerang Bakal Dapat Insentif dari Pemprov Banten

Published

on

Kepala KCD Dindikbud Banten Wilayah Kab. Tangerang, Bayuni. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Sebanyak 4.025 guru honorer dan tenaga kependidikan sekolah swasta di Kabupaten Tangerang akan mendapatkan insentif dari Pemerintah Provinsi Banten.

Rencananya, insentif sebesar Rp500 ribu setiap bulan itu akan cair paling lambat Maret 2021.

Usut punya usut, insentif yang diberikan atas kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim ini juga akan diberikan ke guru dan tenaga kependidikan di setiap Kabupaten/Kota lainnya di Tanah Jawara. Jumlahnya mencapai 16.000.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dindikbud Banten Wilayah Kab. Tangerang, Bayuni mengatakan insentif yang akan diterima sebulan sekali itu diberikan langsung ke rekening dengan syarat guru dan tenaga pendidik tersebut sudah tercatat dalam Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik).

BACA :  Buruh di Tangerang Sinyalir PP 78/2015 Sarat Kepentingan Pengusaha

“Sekarang dari Pemprov Banten itu ada 500 ribu perbulan untuk guru swasta yah. Ini kebijakan pak Gubernur yang baru tahun ini,” Kata Bayuni kepada BantenHits.com, Kamis, 21 Januari 2021.

Ia melanjutkan, Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pemberian insentif bagu guru sekolah swasta tersebut sedang dalam pembahasan dan diperkirakan mulai cair paling lambat Maret 2021.

“Proses pergub lagi digodok, proses verifikasi validasi nanti akan dilakukan betul ga nih guru ini tercatat di dapodik. Misalnya belum cair Januari, Febuari, maret berartikan di rapel berikutnya perbulan, kita inginnya perbulan,” Terangnya

Sementara, kata Bayuni, berdasarkan sumber data manajemen Dapodik KCD Kabupaten Tangerang per-Agustus 2020 ada 3.478 guru dan 547 tenaga kependidikan sekolah swasta di Kabupaten Tangerang yang akan menerima insentif tersebut.

BACA :  Sidang Korupsi Tunjangan Daerah Pandeglang Diskors

“Semua guru dan tenaga pendidik harus tercatat di dapodik kalau nggak, nggak bakalan dapet,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler