Connect with us

Berita Terbaru

Kapal Kemanusiaan ACT Berlayar ke Sulawesi Barat; Bawa 1.000 Ton Bantuan Logistik

Published

on

Relawan ACT saat membantu korban bencana alam. (Istimewa)

Jakarta- Gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo mengguncang wilayah Sulawesi Barat. Akibatnya puluhan ribu warga mengungsi hingga mengalami luka-luka.

Bencana alam terbesar di awal tahun 2021 ini berhasil menyedot banyak perhatian. Termasuk Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Mereka akan melayarkan kembali Kapal Kemanusiaan dengan membawa 1.000 Ton pangan dan logistik untuk para korban bencana.

Presiden ACT, Ibnu Khajar, menerangkan kapal kemanusiaan akan bertolak secara berkala dari tiga lokasi berbeda yaitu Jakarta, Sumatra, dan Surabaya.

Kapal Kemanusiaan, kata Ibnu akan membawa 500 ton beras yang dikumpulkan dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) Global Wakaf – ACT, dan 500 ton sisanya terdiri dari Air Minum Wakaf, pangan, selimut, dan kebutuhan logistik para korban bencana. 

BACA :  Lantik Dirut Perumdam TKR Periode 2020-2025, Zaki Ingin 100 Ribu Sambungan Langsung Terpasang Tiga Tahun

“Kami akan mengirimkan Kapal Kemanusiaan ke Majene dan Mamuju dari tiga titik. Insyaallah 1.000 ton akan kami kirimkan dari pelabuhan Tanjung Priok, cabang-cabang ACT di Jawa Barat, Banten dan Jakarta,”kata Ibnu dalam siaran pers yang diterima Bantenhits.

“Lalu, kami juga akan mengirimkan 1.000 ton Kapal Kemanusiaan dari ACT cabang Sumatera juga, dari Medan. Kami juga mengirimkan 1.000 ton dari pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur dan cabang kami di DI Yogyakarta,”tambahnya.

Ibnu menegaskan seluruh bantuan akan fokus dikirimkan ke lokasi bencana di Majene dan Mamuju.

“Semua insya Allah akan kami berangkatkan pada akhir Januari,”tandasnya.

Dalam perjalanannya, Kapal Kemanusian akan bekerja sama menggunakan KRI TNI AL. Selaras dengan itu, ACT juga terus menyiapkan relawan untuk beberapa jenis tahapan.

BACA :  Montir di Sumur Buang Lebak Dipukuli dan Diancam Dibunuh

Mulai dari relawan tanggap darurat, relawan untuk tahap relief- untuk persiapan logistik dan distribusi bantuan, dan terakhir relawan untuk pendampingan psikososial yang terdiri dari psikolog maupun para dai, untuk memberikan dukungan secara spiritual. 

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler