Connect with us

Berita Terbaru

Diancam Pakai Cangkul, Petani di Tangerang Ketagihan Garap Anak di Bawah Umur di Perkebunan

Published

on

Ilustrasi Bocah Dicabuli DI KAMPUNG SARONGGE

FOTO ILUSTRASI. Seorang kakek di Kampung Sarongge, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, tega mencabuli anak tetangganya yang masih SMP.(Foto Ilustrasi/Sindonews.com)

Tangerang- MS (69) warga Kampung Jengkol, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang harus mendekam dibalik jeruji besi.

Bagaimana tidak, kakek yang berprofesi sebagai petani ini ketahuan membuat hamil anak di bawah umur.

Adalah Melati (14) bukan nama sebenarnya. Ia berkali-kali digagahi oleh MS hingga hamil 5 bulan.

Kabarnya, kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu terjadi sejak Agustus 2020 lalu, dan terungkap pada 18 Januari 2021 ketika ibu korban curiga melihat perut Melati yang nampak membesar saat tidur dalam posisi terlentang di rumahnya.

BACA :  Pemkab Tangerang Bersih-bersih Jalan Sambut Asian Games

Merasa ada yang tidak beres, sang ibu bersama kakak korban kemudian mendesak Melati untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Benar saja, saat diinterogasi ia mengaku perutnya membuncit lantaran tengah mengandung lima bulan anak MS.

Sontak saja, pengakuan Melati membuat sang ibu naik pitam dan melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang.

“Pelaku sudah kami tahan sejak tanggal 19 Januri 2021. Pelaku kita titipkan di Polsek Kresek Polresta Tangerang,” Kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Tangerang AKP Agus Ahmad kepada BantenHits.com, Senin, 25 Januari 2021.

Kepada petugas, MS mengaku melancarkan aksi bejatnya itu di sebuah perkebunan.

BACA :  WH dan Andika Beda Pandangan soal Program Berobat Gratis Pakai KTP?

Untuk memperlancar aksinya, pelaku mengancam korban menggunakan pacul agar mau disetubuhi.

Tak hanya itu, tiga kali berhasil menikmati tubuh mungilnya, ternyata MS juga membekali Melati uang Rp 5.000 sampai 20.000 rupiah.

“Pelaku merupakan tetangga korban yang mana rumah  pelaku tidak jauh dari rumah korban maupun dari TKP,” Terangnya

Ia juga mengungkapkan, jika motif pelaku melakukan perbuatan cabul tersebut dikarenakan istri pelaku sudah tidak bisa memenuhi hasrat pelaku selama 6 tahun lantaran memiki penyakit.

“Pelaku masih punya istri tapi sudah 6 tahun nafsunya tidak terpenuhi jadi setiap melihat korban birahinya muncul,”ungkapnya.

“Kita sudah berkoordinasi dengan DP3A melalui surat untuk memberikan hearing psikologis bagi korban,”tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah

BACA :  6 Perwira Tinggi di Wilayah Hukum Polres Cilegon Diganti



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler