Connect with us

Berita Terbaru

Kasus Covid-19 di Tigaraksa Tinggi; Pedagang di Kawasan Perum Sudirman Indah Dibubarkan Petugas

Published

on

Para PKL di Kawasan Sudirman Tigraksa Sebelum Dibubarkan Satgas Covid-19. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Satgas Covid-19 tingkat RT/RW Kelurahan, Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang membubarkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Perum Sudirman Indah Tigaraksa.

Bukan tanpa alasan, lapak mereka dinilai kerap kali memicu kerumunan massa terutama pada hari libur atau Minggu.

Salah satu Tim Satgas Covid-19 Abdul Munir menuturkan, penertiban terhadap para PKL tersebut bukan untuk mematikan usaha para pedagang. Hal itu dilakukan agar wilayah Tigaraksa khususnya perum Sudirman Indah terhindar dari wabah Korona. 

Terlebih saat ini wilayah Kecamatan Tigaraksa masuk Zona Merah Covid-19 di Kabupaten Tangerang. 

“Operasi penertiban PKL ini kami khususkan untuk pedagang dari luar Perumahan Sudirman Indah, karena setiap hari Minggu banyak pedagang yang berjualan mengakibatkan kerumunan,” tutur Munir yang juga ketua Rw 06 Kelurahan Tigaraksa, Minggu, 24 Januari 2021.

BACA :  Sukses Redam Covid-19, PSBB Lebak Diperpanjang hingga 19 November 2020

Menurutnya, kerumunan akibat aktivitas para pedagang kaki lima tersebut kerap terjadi cukup panjang, mulai dari Jalan Utama Sudirman Indah sekitar kawasan kampus Tangerang Raya hingga ke pintu Pos 2 perumahan. 

“Sesuai surat edaran Bupati Tangerang tentang PPKM dilarang berkerumun, atas dasar tersebut kami menertibkan pedagang yang berkerumun,” tegasnya 

Sementara, Kepala Seksi Ketentraman, Ketertiban, dan Perlindungan masyarakat Kelurahan Tigaraksa Leo Sentana berharap agar pedagang kaki lima tidak lagi berjualan di kawasan tersebut mengingat melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah Tigaraksa. 

“Tidak lagi ada kerumunan saat ini kasus Covid-19 di Tigaraksa sangat tinggi,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler