Connect with us

Berita Terbaru

Pemuda di Kramatwatu Nekat Jualan Tembakau Gorila di Instagram, Begini Alasannya saat Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Kota

Published

on

Pelaku pengedar tembakau gorila saat digelandang ke kantor polisi oleh Satresnarkoba Polres Serang Kota. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Kota menangkap pengedar narkoba jenis tembakau gorila di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di depan kantor tiki Kelurahan Serdang, Kecamatan kramatwatu, Kabupaten serang.

Dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan barang bukti tembakau gorila sebanyak 154,2 gram dari tangan pelaku Ahmad Ahyar. Sedangkan satu pelaku lainnya Rianto berhasil kabur dari kejaran petugas berinisial dan masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Kanit Lidik 2 Narkoba Polres Serang Kota, Ipda Nurul menjelaskan, pelaku saat ini tidak memiliki pekerjaan yang mengakibatkan dirinya rela jualan narkoba untuk kebutuhan sehari-hari hingga ditangkap oleh polisi.

BACA :  Mendikbud Minta Pemda Alokasikan Anggaran Lebih Besar untuk PAUD

“Pelaku yang tidak memiliki pekerjaan ini rela menjual narkoba untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ujarnya kepada awak media di lokasi, Senin 25 Januari 2021.

Diketahui pelaku mendapatkan barang haram tersebut melalui jual beli di media sosial instagram, setelah mendapatkan barang tersebut pelaku menjual kembali menggunakan instagram dan jasa pengiriman barang.

“Pelaku jual perpaketnya dijual seharga seratus ribu rupiah,” ungkapnya.

Dari penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti dua bungkus klip bening berisikan narkotika jenis tembakau gorila dengan berat seratus lima puluh empat koma dua gram, satu bungkus bekas paket pengiriman barang, satu buah pakaian dan satu unit handphone.

“Pelaku sudah melakukan aksinya 5 kali di wilayah ke Cilegon dan serang, sebelum dijual melalui media sosial, pelaku juga sempat modus tempel di tiang listrik dan semak-semak,” tegasnya.

BACA :  Ratusan Pengendara Ditilang di Bandara Soetta

Kini pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 111 ayat (1) undang-undang republik indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika junto peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor 22 tahun 2020 tentang perubahan penggolongan narkotika.

“Pelaku dikenakan hukuman penjara minimal dua belas tahun maksimal seumur hidup,” paparnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler