Connect with us

Berita Terbaru

Tenaga Kesehatan di Kabupaten Tangerang Merasa Lebih Aman setelah Disuntik Vaksin Sinovac

Published

on

Wakil Direktur Pelayanan RSU Tangerang Mohamad Rifki Saat Disuntik Vaksin. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Proses penyuntikkan vaksin Sinovac di Kabupaten Tangerang mulai berjalan, Senin, 25 Januari 2021. Sasaran pertama para tenaga kesehatan.

Di RSU Tangerang, terdapat 10 dari 1.365 tenaga kesehatan yang akan disuntik vaksin di hari pertama.

Direktur RSU Tangerang, drg. Naniek Isnaini menerangkan bahwa pihaknya menerima jatah 2.600 dosis.

Mereka yang disuntik, kata Naniek adalah yang terdaftar di aplikasi Pcare.

“Saat ini baru launching pertama baru 10 nakes yang divaksin. Kita laksanakan bertahap besok rencananya 60 nakes kita targetkan dua minggu selesai,” Tutur Naniek kepada BantenHits.com, Senin, 25 Januari 2021.

BACA :  3T Sama-sama Penting seperti 3M untuk Putus Penularan COVID-19, Ini Penjelasannya

Ia juga menceritakan, jika proses penyuntikan vaksin sangatlah aman, bahkan dengan niat dan rasa optimis proses vaksinasi tidak menimbulkan rasa sakit dan efek samping apapun.

“Bismillah ya, optimis nggak sakit sih, nggak sakit,” Imbuhnya

Naniek juga mengimbau, kepada masyarakat untuk optimis dan percaya pada pemerintah bahwa pemberian vaksinasi merupakan cara yang tepat bagi rakyat Indonesia agar terbebas dari pandemi Covid-19.

“Ya tentunya kami berterima kasih karena yang pertama kali divaksin adalah tenaga kesehatan, tentunya setelah divaksin tenaga kesehatan kami akan merasa lebih aman karena sudah mendapat vaksinasi,” ujarnya.

Adapun alur Vaksinasi Covid-19 bagi para nakes tersebut, Ketua Vaksinasi Covid-19 RSU Tangerang dr. Serita menjelaskan, pertama peserta datang ke meja registrasi dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) untuk dicek nomor NIK-nya oleh petugas registrasi apakah sudah terdaftar pada aplikasi Pcare.

BACA :  Main HP saat Hujan Deras, Dua Warga Bojong Loa Cisoka Tewas Tersambar Petir

Selanjutnya, sambung dia, peserta akan diarahkan ke meja 2 untuk dilakukan screening, di mana petugas akan mengajukan 16 pertanyaan apakah peserta menderita hipertensi, hipertyroid, atau sakit ginjal dan lain-lain, termasuk pemeriksaan fisik vital sederhana seperti pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran suhu tubuh.

“Setelah itu kita masukan ke sistem Pcare apakah ini akan dilanjut vaksinasi apakah ditunda, kalau memang tidak bisa divaksinasi dia akan diedukasi untuk datang tiga minggu kemudian untuk registrasi ulang, kalau lanjut vaksinasi akan diarahkan ke meja 3 yakni ruang vaksinasi,” jelasnya

Usai divaksinasi, lanjut dia, peserta akan diarahkan ke meja 4 yakni meja observasi. Disitu data peserta akan dimasukan ke dalam sistem untuk kemudian disuruh menunggu selama 30 menit untuk mengevaluasi apakah muncul gejala atau efek samping setelah dilakukan vaksinasi.

BACA :  PMII Staisman Pandeglang Galang Dana untuk Korban Gempa Aceh

“Kalau memang tidak muncul gejala maka akan diberi kartu vaksinasi dan datang kembali untuk vaksin yang kedua setelah 14 hari. Apabila muncul gejala kami sudah siapkan ruangan khusus tapi sampai saat ini belum ada keluhan ya,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler