Connect with us

Berita Terbaru

Stok Beras di Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang Capai 4 Ribu Ton; Aman untuk Tiga Bulan

Published

on

Beras Sejahtera

Ilustrasi beras Bulog.

Lebak- Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Lebak-Pandeglang menyebutkan persediaan gabah mencapai 4 ribu ton. Jumlah tersebut diklaim cukup untuk tiga bulan kedepan.

“Ya alhamdulilah dipastikan aman, persediaan gabah hingga sampai saat ini sekitar 4.700 ton dan mencukupi hingga tiga bulan ke depan untuk di dua kabupaten,” kata Kepala Divisi Regional Perum Bulog Lebak-Pandeglang Meita Novariani kepada awak media, Senin, 25 Januari 2021.

Untuk mengantisipasi menurunnya stok beras di Bulog, Meita mengaku akan terus menyerap hasil panen petani di Lebak dan Pandeglang.

“Meski hingga saat ini stok dan penyediaan beras masih lancar, kita berharap potensi untuk terus penyerap hasil panen dari petani bisa dilakukan dengan baik,” ucapnya.

BACA :  Ini Kendala Tim SAR untuk Evakuasi Dua Wanita Korban Longsor di Parimeter Selatan

Kata Meita, Perum Bulog hingga kini terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras petani untuk dijadikan cadangan beras pemerintah (CBP) dan program bansos akibat dampak COVID-19.

Penyerapan gabah dan beras petani juga melibatkan pihak kemitraan untuk membangun klaster ekonomi masyarakat.

“Kami melakukan penyerapan beras dan gabah itu dari berbagai sentra lumbung pangan di Lebak dan Pandeglang,”katanya.

“Kami optimis pengadaan beras lokal tahun ini bisa tercapai. Kita akan  terus turun ke petani membeli beras dan gabah petani, sehingga harga beli gabah milik petani tetap stabil,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak Rahmat Yuniar berharap Bulog dapat menyerap seluruh hasil panen petani di Lebak, sehingga hasil penan Lebak akan dinikmati oleh masyarakat Lebak sendiri.

BACA :  Pasien Covid-19 yang Sembuh Per 13 November 2020 Bertambah Menjadi 385.094 Orang

Bahkan, Rahmat meminta agar Bulog untuk lebih proaktif lagi membeli hasil penan petani dengan memperbanyak jumlah satgas untuk diterjunkan ke daerah sentral beras di Lebak.

“Tentunya, dengan sistem jemput bola saya kira para spekulan tidak akan dapat lagi mempermainkan harga gabah milik petani. Petani juga tidak akan menjual ke spekulan melainkan tetap ke bulog,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler