Connect with us

Berita Terbaru

Ada Sesuatu di Sepatu, Dua Pria Asal Aceh Langsung “Dijemput” Petugas BNN Banten saat Turun Pesawat

Published

on

BNN Banten saat Meringkus Dua Orang Warga Aceh di Bandara Soekarno-Hatta. Dua orang tersebut Menyelundupkan Sabu dari Dalam Sepatu (Istimewa)

Serang – Dua warga Aceh berinisial NS (23) dan JL (29) diamanakan petugas Gabungan Bea cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, di bandara internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, pada Sabtu 23 Januari 2021.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi warga pada tanggal 22 Januari 2021, bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Sumatra Utara ke Provinsi Banten.

Kepala BNN Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung yang memimpin langsung penangkapan mengatakan, dua warga Aceh tersebut berhasil diamanakan setelah keluar dari pesawat di terminal kedatangan III Bandara internasional Soekarno-Hatta, sekitar pukiul 12:10 WIB.

BACA :  16 Anggota Dewan di Cilegon Tak Hadiri Paripurna Istimewa Dengar Pidato Kenegaraan Presiden

“Kegiatan penangkapan didampingi pihak Avsec (security bandara) dan Bea Cukai Kanwil Banten. Pada saat turun dari pesawat yang ditumpangi tersangka, petugas mengamankan 2 orang penumpang yang dicocokkan dengan data berdasarkan taporan masyarakat,” katanya, kepada awak media di BNN Banten, Rabu 27 Januari 2021.

Setelah diamanakan kemudian dua tersangka langsung diperiksa dan pengeledahan, BNN Banten berhasil menemukan 8 bungkus narkotika jenis sabu yang jumlah beratnya mencapai 1 kilogram.

“Kedua pelaku mengunakan modus menyimpan sabu di dalam sepatu dengan masing-masing tersangka membawa empat bungkus sabu,” tegasnya.

Selanjutnya kedua pelaku digelandang ke kantor BNN Provinsi Banten untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui jaringan terkait masi diluar.

BACA :  Hari Ibu, Pelintas Banten Bagikan 100 Bunga

“Dua pelaku ini kami kenakan pasal 112 ayat (2) dan pasal 111 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan paling paling sedikit 6 tahun paling lama 20 tahun penjara,” tungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler