Connect with us

Berita Terbaru

Tenaga Kesehatan di Kab. Tangerang Mulai Muncul Keluhan usai Divaksin Sinovac

Published

on

Penyuntikan Vaksin di Puskesmas Suradita Kabupaten Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Sedikitnya 600 tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Tangerang telah menjalani proses vaksinasi Covid-19. Jumlah tersebut hasil catatan tim selama 2 hari.

Juru bicara Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 dr. Hendra Tarmizi mengatakan, ratusan tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 tersebut adalah para nakes yang bertugas di 44 puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Yang pertama (kemarin) ada 343 nakes yang sudah divaksin. Di hari kedua ini belum direkap, belum selesai, tapi gajauh bedalah jumlahnya, mungkin total dua hari ini sekitar 600an,” Tutur dr. Hendra kepada BantenHits.com, Selasa, 26 Januari 2021.

Hendra tak menampik bahwa terdapat beberapa tenaga kesehatan yang muncul efek samping usai disuntik Sinovac.

BACA :  Tok! KPU Tetapkan Ada 297.045 Daftar Pemilih Tetap di Pilkada Kota Cilegon

Keluhannya, sambung Hendra, hanya pusing dan lemas saja.

“Kemarin juga ada yang di bawa ke RSU Tangerang tapi ternyata bukan efek samping vaksin tapi karena punya penyakit lambung. Ada beberapa efek samping keluhan pusing-pusing, lemes,” terangnya

Ia menambahkan, jika program vaksinasi tahap pertama tersebut ditargetkan selesai pada akhir Februari 2021 mendatang, untuk kemudian masuk ke vaksinasi tahap kedua bagi TNI Polri dan ASN yang diperkirakan dilaksanakan pada awal Maret 2021.

“Kita dikasih target oleh provinsi itu minimal akhir februari sudah selesai tahap kedua perkiraan awal maret. Tapi kan kita nggak bisa ngomong begitu tergantung vaksinnya, karena yang sekarang aja rencananya awal Februari tapi ternyata vaksin cepet datangnya,” tandasnya.

BACA :  Blak-blakan! Mantan Tenaga Ahli Gubernur Banten Sebut WH Ogah Teken SK karena Ada 'Orang' Andika

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler