Connect with us

Berita Terbaru

Disemprot Aktivis Gegara Terima 400 Ton Sampah Setiap Hari, Wali Kota Serang Akui Kelemahan Ini

Published

on

Petugas sedang melakukan pengangkutan sampah (Dok. BantenHits)

Serang – Wali Kota Serang, Syafrudin mengakui masih banyak kelemahan dan kekurangan yyang harus diperbaiki di Ibu Kota Provinsi Banten, terutama persoalan kemiskinan, rumah tidak layak huni, penanganan banjir, gizi buruk, stunting dan infrastruktur.

“Itu semua masalah akan kami progres ditahun depan,” kata Syafrudin, di acara Forum Konsultasi Publik ‘Rancangan Awal RKPD Kota Serang tahun 2022’ yang diadakan di salah satu hotel di Kota Serang secara virtual, Kamis 28 Januari 2021.

Sedangkan untuk hal yang ditekankan adalah kesehjateraan masyarakat yang artinya terdiri dari beberapa poin. Diantaranya infrastrukur, pendidikan, kesehatan, sosial dan lain sebagainya.

BACA :  Lima Wilayah di Kabupaten Tangerang Rawan Puting Beliung

“Pelayanan dasar yang diutamakan serta peningkatan SDM karena tidak mungkin masyarakat sejahtera jika SDM nya tidak mempuni,” jelasnya.

Selain persoalan tersebut, muncul persoalan baru di Kota Serang yang tengah menjadi polemik, seperti rencana penerimaan 400 ton sampah setiap hari dari Tangerang Selatan.

Rencana itu tertuang dalam MoU atau nota kesepakatan antar Pemkot Serang dan Pemkot Tangsel. Dalam MoU tersebut, Pemkot Serang Disebut-sebut mengusulkan dana senilai Rp48 Miliar ke Pemkot Tangsel.

Aktivis Kaukus Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya, Anton Jordan Susilo mengaku, menolak hal tersebut. Karena Hal itu dinilai akan menyengsarakan masyarakat Kota Serang, khususnya warga Kecamatan Taktakan.

“Kota Serang bukan Kota sampah tapi Kota Madani. Kami Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya menolak dan semoga pak Wali Kota Serang (Syafrudin) dan jajaranya yang baik, pikir ulang lah kerena sampah bukan warisan dan bisa diwariskan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima BantenHits, Selasa 26 Januari 2021.

BACA :  Jenazah Tiga Terduga Teroris Tangsel Dibawa ke RS Kramat Jati

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler