Connect with us

Berita Terbaru

Blusukan ke Pasar Tradisional Kranggot; Wali Kota Edi Tiba-tiba Suruh Push Up Pedagang

Published

on

Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi saat memberikan sanksi push up kepada pedagang abai protokol kesehatan. (Bantenhits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengunjungi pasar tradisional Kranggot, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa, 2 Februari 2021.

Kedatangan orang nomor 1 di kota Baja itu untuk monitoring ketaatan para pedagang dan pembeli di Pasar Kranggot dalam menerapkan Ptotokol Kesehatan.

Tiba di lokasi, Edi disuguhkan oleh penampakan para pedagang dan pembeli yang masih abai.

Tak pandang bulu, mereka langsung diberikan sanksi push up dan menghafal Pancasila.

“Pemkot Cilegon mentargetkan penurunan target seharusnya dua minggu tapi masyarakat tau sendiri, ada yang tidak makai masker dan yang lainnya artinya masih di temukan tidak disiplin,”kata Edi kepada awak media.

BACA :  Dua Pesawat Lion Air Bersenggolan di Bandara Soetta

“Kita juga jangan lelah bangai mana masyarakat kita ajak persuasif edukasi bagaimana melaksanakan prokes,”tambahnya.

Edi mengaku akan memberlakukan sanksi kepada pelanggara sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Cilegon yang saat ini masih di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Banten.

“Kedepan perda kota Cilegon akan dilaksankan namun saat ini masih di evaluasi oleh provinsi Banten,”katanyam

Sementara tempat yang sama, Yudi salah seorang pedagang sayuran mengatakan terkejut dengan kedatangan petugas yang saat itu tengah melaksanakan monitoring prokes.

Ia terpaksa harus menjalani hukuman push up karena kedapatan tidak menggunakan masker.

“Lupa Sih tadi buru-buru, tadi sebelum di kasih masker sama petugas saya push up dahulu. Tidak apa-apa hitung-hitung olah raga saja,”ucapnya.

BACA :  Proses Evakuasi Honda Brio dan Dua wanita di Parimeter Selatan Jadi Tontonan Warga

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler