Connect with us

Berita Terbaru

Harta Bendanya Ludes Dicuri di Tangerang, Pria Asal Tasikmalaya Ini Malah Doakan Pencuri Dapat Hidayah

Published

on

rekaman cctv masjid al barokah

Foto ilustrasi pencurian kotak amal di masjid. (Dok. BantenHits.com) 

Tangerang – Jagat maya di Banten heboh menyusul beredarnya dua potongan video yang berisi rekaman aksi pencurian yang terjadi di Musala Almutaqin, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten.

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, dua video tersebut kemudian viral di Instagram, Senin, 1 Februari 2020. Dua video itu diunggah oleh akun Instagram @tangerang24jam.

Korban pencurian di Musala Almutaqin adalah Abdul Munap (45), pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat yang bertugas menjadi marbot di musala tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Abdul Munap membenarkan tas miliknya dicuri maling. Ia mengaku, barangnya yang hilang, yakni BPKB, ponsel, kartu ATM, STNK, dan barang lainnya.

BACA :  Penerima Jamsosratu di Lebak Bertambah Dua Kali Lipat

“Total kerugian saya mungkin sekitar Rp 4.000.000,” tutur Abdul.

Abdul bercerita, ia sedang berada di kamar mandi usai menyapu musala sekitar pukul 06.50 WIB.

Sebelum masuk ke kamar mandi, Abdul memastikan seluruh barangnya berada di kamar tidur miliknya di area mushala.

“Saya di kamar mandi cuma lima menit. Pas saya lihat (di kamar tidurnya), tas saya sudah enggak ada. Pas saya lihat di meja, HP juga enggak ada,” paparnya.

Abdul kemudian melihat rekaman CCTV. Dari rekaman, terlihat ada seorang pria yang memasuki area mushala sekitar pukul 06.40 WIB.

Lalu, barang diambil oleh pria tersebut saat Abdul berada di kamar mandi.

BACA :  Komunitas Penyedia Konsumsi Reuni Akbar 212 'Diserbu' Warga Tangsel

Berdasarkan rekaman tersebut, Abdul langsung menuju kantor polisi untuk membuat laporan.

Walau demikian, Abdul mengaku sudah ikhlas barangnya dicuri.

“Ya kalau saya ikhlas aja. Mudah-mudahan dia (pelaku) sadar (dan) dapat hidayah hingga dia dapat mengembalikan (barang curian) ke mushala,” harapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler