Connect with us

Berita Terbaru

Babak Baru Dugaan Korupsi di RS Sintanala Tangerang; Kejari Tangerang Sita Uang Rp900 Juta

Published

on

Tersangka YY Saat Menyerahkan Uang Dugaan Hasil Korupsi di RS Sintanala Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Kasus dugaan korupsi pengadaan jasa Cleaning Service di Rumah Sakit Sintanala Kota Tangerang memasuki babak baru.

Ya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menyita uang sebesar Rp 900 juta dari tangan salah satu tersangka berinisial YY. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (pidsus) Kejari Kota Tangerang Andres Suprianus mengungkapkan, uang tersebut diduga diperoleh tersangka dari penyimpangan kegiatan pengadaan jasa Cleaning Service di RS Sintanala pada tahun anggaran 2018. 

“Pada penyidikan yang kami lakukan hari ini tersangka YY menyerahkan uang sebesar Rp 900 juta kepada penyidik,” Terangnya kepada wartawan, Jumat, 5 Februari 2021.

BACA :  Harga Si Melon Tetap Gila-gilaan Capai Rp 35 Ribu di Pandeglang, Wakil Rakyat Desak Agen Lakukan Ini

Ia melanjutkan, meski tersangka sudah menyerahkan uang yang diduga hasil korupsi tersebut namun pihaknya masih melakukan aset tracing baik harta maupun rekening dari pihak-pihak lain yang patut diminta pertanggungjawabannya. 

“Kami juga masih melakukan aset tracing baik harta maupun rekening dari pihak-pihak lain,” Katanya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Gede Dewa Wirajana menuturkan, bahwa keberhasilan penyidik dalam mengungkap dugaan kasus korupsi di RS Sintanala itu tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan antara tim Intelijen dan Pidsus Kejari Kota Tangerang. 

Oleh karena itu, ia berharap tim selalu menjaga kekompakan guna menuntaskan kasus-kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Kota Tangerang. 

“Semoga dengan kekompakan yang ada dugaan kasus korupsi di RS Sintanala ini cepat tuntas,” Pungkasnya.

BACA :  Bertolak dari Pelabuhan Merak, KMP Mustika Hantam Jembatan Pejalan Kaki Pelabuhan Bakahueni

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler