Connect with us

Berita Terbaru

Ada 600 Rumah di Tigaraksa Reot hingga Nyaris Ambruk; Camat Cantik Ini Buru-buru Gandeng Kades

Published

on

Rumah Yati, janda 4 anak di Kab. Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Camat Tigaraksa Rahyuni menyebut masih terdapat lebih dari 600 rumah tidak layak huni wilayah Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. 

Data tersebut berdasarkan pendataan yang pernah dilakukan pihak kecamatan pada tahun 2019.

“Sejak saya mulai menjabat di sini (Tigaraksa) saya langsung lakukan pendataan, masih ada 615 rumah tidak layak huni tapi itu data di akhir 2019,”kata Rahyuni kepada BantenHits.com usai mengunjungi rumah tidak layak huni milik Yati (50) Janda Anak 4 di Kawasan Tigaraksa, Jumat 12 Februari 2021. 

Menurutnya, rumah tidak layak huni tersebut tersebar di 14 desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Tigaraksa dengan rincian Desa Bantar panjang 33 rumah, Kelurahan Tigaraksa 34 rumah, Desa Sodong 54, Desa Cileles 32 rumah, Desa Pasir Nangka 29 rumah. 

BACA :  Sembunyikan Korban di Kontrakan, Ini Cara Guru Penculik Kelabui Warga Rawa Arum

Desa Margasari, lanjut Rahyuni 106 rumah, Desa Tapos 68 rumah, Desa Tegalsari 48 rumah, Kelurahan Kadu Agung 22 rumah, Desa Matagara 56, Desa Pasir Bolang 16, Desa Cisereh 44 rumah, Desa Pete 45 rumah, dan Desa Pematang 29 rumah.

“Di tahun 2020 baru ada 55 rumah yang dibangun. 50 rumah berada di wilayah Pete, Tegalsari dan Pematang. Sedangkan, 5 rumah berada di Bantar Panjang, Cisereh, Tigaraksa, dan Matagara,”tuturnya.

Kata Rahyuni, ratusan rumah tidak layak huni yang berada di pinggiran pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang tersebut kondisinya cukup parah.

Bahkan, kata dia, data rumah tidak layak huni ini bisa bertambah  dampak covid-19 yang masih berlangsung saat ini. 

BACA :  Perampokan di Minimarket 212 Tangerang Terekam CCTV, Pelaku Todong Senpi ke Karyawan

“Ya kondisinya memang seperti ini kita juga sudah melaporkan masalah ini ke Bupati Tangerang (Ahmed Zaki Iskandar),” pungkasnya.

Rahyuni mengaku telah meminta kepala desa untuk menganggarkan dana desa minimal membangun 5 rumah di setiap tahunnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalkan program bedah rumah yang berada di Dinas Perkim  Kabupaten Tangerang, dana hibah provinsi Banten dan progam dari Kementerian PUPR yang dikoordinatori oleh Bapedda Kabupaten Tangerang.

“Di DPA Kecamatan Tigaraksa tahun 2021 ini, anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp25 juta per rumah. Semoga dari sumber anggaran bedah rumah yang lain pun sama,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler