Connect with us

Berita Terbaru

Wow! Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kab. Tangerang Tembus 101 Persen

Published

on

Wakil Bupati Tangerang Mad Romli Saat Divaksinasi Dosis Kedua. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Vaksinasi Covid-19 dosis pertama tahap ke 1 di Kabupaten Tangerang yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan telah rampung dan mencapai hasil hingga 101,22 persen. 

Kepada Bidang Layanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Muchlis mengatakan, awalnya sasaran vaksin yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Tangerang sebanyak 10.221 orang. 

Namun, seiring berjalan program vaksinasi di Kabupaten Tangerang, terdapat 10.751 tenaga kesehatan yang mendapat layanan vaksin baik pada dosis pertama maupun kedua.

“Pada realisasinya, cakupan lebih dari 100 persen. Berdasarkan data yang dihimpun mencapai vaksinasi bagi nakes di Kabupaten Tangerang tembus hingga 101,22 persen,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan usai acara Vaksinasi Dosis kedua bagi unsur Forkopimda di GSG Tigaraksa, Kamis 11 Februari 2021. 

BACA :  Santet dari Banten Akan Dikirim ke Moeldoko oleh Loyalis AHY

Ia menjelaskan, cakupan vaksinasi bagi nakes di Kabupaten Tangerang lebih tinggi dibandingkan dengan kota/kabupaten se-Provinsi Banten karena dalam realisasinya melebihi sasaran.

Kata dia, adanya tambahan itu disebabkan karena kedapatan nakes yang memiliki KTP DKI Jakarta dan berdinas di Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, hal demikian dianggap tidak bermasalah, karena saat vaksinasi berlangsung para petugas pun melihat NIK yang tertera pada nakes tersebut. 

“Jadi kalau sudah disuntik, di tempat lain kan ga bisa disuntik lagi. Karena sudah masuk data,” Imbuhnya.

Di tingkat nasional, lanjut dia, berdasarkan informasi cakupannya vaksinasi masih 50 persen. Berbeda dengan Kabupaten Tangerang yang cakupannya telah mencapai lebih dari 100 persen.

BACA :  Layanan SIM Online di Pandeglang, Pemohon Meningkat

Sementara, ia menambahkan, nakes di Kabupaten Tangerang yang tidak mendapatkan layanan vaksin sebanyak 953 orang. Diantaranya, penyintas, ibu hamil dan menderita homorbit atau memiliki penyakit yang tidak diperkenankan untuk disuntik.

“7 orang nakes tidak mendapatkan vaksin dosis kedua. Karena usai disuntik dosis pertama muncul Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), bisa alergi, bisa orang yang diketahui positif pasca divaksin,” jelasnya.

Selain itu, kata Muchlis, terdapat juga 587 nakes yang masuk kategori Tunda saat hendak divaksin. Mereka ditunda karena saat pemeriksaan mengalami gejala seperti batuk, panas, pilek, demam, tensi darah tinggi dan sebagainya.

“Meski ditunda, mereka tetap divaksin. Petugas vaksin biasanya menyiapkan pemberian vaksin di lain waktu,” Pungkasnya.

BACA :  Mau Liburan Akhir Tahun? Simak Aturan yang Ditetapkan Satgas COVID-19!

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler