Connect with us

Berita Terbaru

Duh, Warga Benyawakan Ramai-ramai Tanam Pohon Pisang dan Mancing Bareng di Jalan Rusak

Published

on

Warga Kampung Benyawakan, RT 006 RW 001, Desa Kelebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, Gelar aksi Tanam Pohon Pisang di Jalanan yang Berlubang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Warga Kampung Benyawakan, Desa Kelebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang melakukan aksi tanam pohon pisang.

Ya, aksi yang dilakukan segelintir warga itu sebagai bentuk protes lantaran akses jalan di Kampungnya telah dibiarkan rusak selama 10 tahun.

Bahkan, para warga juga melakukan protes jalan rusak dengan memancing di jalan yang mirip dengan kubangan tersebut.

“Aksi protes ini dilakukan tak lain untuk memberikan peringatan dan menyampaikan pesan kepada pemerintah daerah tentang kondisi akses jalan yang sulit dilalui oleh warga selama bertahun-tahun,”tutur Hamdan (29), kepada wartawan, Minggu 14 Februari 2021.

BACA :  Giliran Mahasiswa Universitas Pancasila Pelajari "Green Building" Sinar Mas Land

Menurut Hamdan, kondisi jalan yang rusak tersebut bukan hanya membuat akses jalan menjadi sulit, pada musim hujan jalanan juga penuh dengan genangan air hingga mencapai setengah ban kendaraan bermotor.

Kata dia, agar jalan bisa dilalui warga terpaksa menguruknya dengan puing-puing sisa bangunan seadanya untuk sementara waktu.

“Sudah gonta ganti kepala desa tapi jalan masih kaya gini. Seperti ngerasa gak ada lurah, buktinya belum adanya pemerataan pembangunan,”keluhnya.

Ia juga mengatakan, jika kerusakan jalan tersebut sudah cukup lama terjadi, terakhir kali dibangun sekitar 10 tahun lalu dengan panjang jalan mencapai 5 km. Menurut dia, beberapa warga juga menyampaikan masalah tersebut kepada kepala desa, namun tak pernah digubris.

BACA :  Peradi Tangerang Akan Berikan Bantuan Hukum Gratis kepada Warga Miskin

Ia dan warga lainnya berharap agar jalan yang menghubungkan dua desa tersebut bisa segera diperbaiki.

“Pemerintah daerah harus ke lapangan dan bisa memperhatikan kondisi masyarakat di sini. Seperti drainase juga masih belum tersentuh pembangunan,”pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler