Connect with us

Berita Terbaru

Lima OPD di Kota Serang yang Rendah Serap APBD

Published

on

Ilustrasi APBD

Ilustrasi APBD/okezone.com

Serang – Serapan APBD Tahun Anggaran (TA) 2020 di lima organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Serang rendah. Hal ini dilihat dari membengkaknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Kelima OPD itu yakni, Dinas Kesehatan dengan SiLPA Rp 16 miliar lebih, Kecamatan Kasemen, SiLPA Rp 2,7 miliar, Korpri SiLPA Rp 114 juta, Kesbangpol SiLPA 10 persen dan BPBD SiLPA 8 persen.

Meski demikian, Wali Kota Serang Syafrudin mengklaim, realisasi anggaran Pemkot Serang secara keseluruhan sudah bagus mencapai 95,38 persen. Hanya menyisakan SiLPA 4,62 persen. 

“Jadi secara keseluruhan sudah bagus mencapai 90,38 persen,” ujar Wali Kota Serang kepada awak media usai rapat evaluasi pelaksanaan APBD tahun 2020 melalui zoom meting di Diskominfo Kota Serang, Senin 15 Febuari 2021.

BACA :  Pandeglang Geger Lagi, Sehari Setelah Wiranto Ditusuk Lima Warga Tersambar Petir Satu Dilaporkan Tewas

Sedangkan untuk realisasi pendapatan, lanjut dia, sudah mencapai secara keseluruhan 87,13 persen.

“Jadi masih kurang 12 persen lebih. Ini dari beberapa OPD yakni Distan, Disparpora, Dinkes, Dishub dan BPKAD,” ungkapnya.

Kemudian untuk program proritas, unggulan dan mendesak yang akan dilaksanakan pada tahun ini, kata Wali Kota Serang, yakni pembangunan sarana prasarana RSUD Kota Serang, peningkatan jalan KSB, lanscape dan rekap Stadion Maulana Yusuf, rehab gedung pelayanan DPMPTSP, perbaikan jalan-jalan perbatasan, pembangunan gedung BPBD, pembanguan gedung sarana prasarana gedung sekolah, pembangunan SMPN Banjar Agung, pembebasan lahan kali Sultan Karangantu dan Alun-alun. 

“Untuk program unggulannya pembangunan lanjutan RTH Kecamatan Walantaka, Taktakan, Serang dan lanscape Masjid Agung, pembangunan kampung tematik atau kampung resik land aman. Kalau program mendesak hanya satu yakni penerapan new normal satgas COVID-19 yang akan ditingkatkan dengan cara-cara lain agar bisa penurunan kasus COVID-19, pembanguan drainase, jalan dan bronjong di Cilowong serta penanganan dampak Covid-19, pembongkaran kios kepandean dan lainnya,” katanya.

BACA :  RS Pratama Menes Baru Beroperasi 2020

Ditempat sama Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin lebih menekankan bahwa, evaluasi ini tidak sebatas seremonial akan tetapi harus ada tindaklanjutnya. Apa kendalanya dan solusinya harus ada, agar tidak mubazir. 

“Harus ada tindaklanjut dan harus mencari solusi targetan agar menemuhi target harus dengan cara apa, pakai langkah apa?,” tambahnya.

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler