Connect with us

Berita Terbaru

Dua Mahasiswa asal Panongan Tangerang Tewas di Aceh Besar, Polisi Beberkan Fakta Ini

Published

on

Ilustrasi dua mahasiswa asal Panongan Tangerang tewas di Aceh Besar. FOTO: Petugas Kantor Pertolongan dan Pencarian (KKP) Banten mengevakuasi korban kecelakaan di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di Lingkungan Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa 15 Oktober 2019. (Istimewa)

Banda Aceh – Dua mahasiswa asal Panongan, Kabupaten Tangerang, yakni Muhammad Rayyan Alfa (27) dan Muhammad Faizan Alfa (24), tewas mengenaskan, Minggu, 14 Februari 2021 sekitar jam 15.30 WIB.

Dikutip BantenHits.com dari JPNN.com, kedua mahasiswa tersebut tewas dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, kedua korban merupakan warga Desa Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.

BACA :  Bentuk Saber Pungli, Airin: Pungli Terjadi karena Rendahnya Integritas Birokrasi

“Keduanya meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Banda Aceh-Meulaboh, Desa Pulot, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar,” kata Kombes Pol Dicky Sondani di Banda Aceh, Minggu, 14 Februari 2021.

Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan keduanya meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan truk yang dikemudikan Ikhlas (42), warga Desa Lampaseh Krueng, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar.

Menurut Dicky, kecelakaan berawal ketika truk dengan nomor polisi BL 8848 A melaju dari arah Meulaboh. Sedangkan kedua korban mengendarai sepeda motor Suzuki Satria F dengan nomor polisi BL 6704 A dari arah Banda Aceh.

Setibanya di tempat kejadian perkara, pengemudi truk terkejut melihat sepeda motor dikendarai korban sedang melaju di tengah jalan. Pengemudi truk membanting setir ke kanan hingga posisinya di tengah jalan. Nahas, sepeda motor korban menabrak ban belakang kiri truk tersebut.

BACA :  Usai Lomba Merpati, Kini Polisi Bubarkan Kerumunan Lomba Layang-layang

Akibat insiden tersebut, kedua pengendara sepeda motor meninggal dunia. Sedangkan kerugian materi dalam kecelakaan tersebut mencapai Rp3 juta,” kata Kombes Pol Dicky Sondani.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler