Connect with us

Berita Terbaru

Curhat Kejaksaan di Banten ke Komisi III DPR RI soal Sulitnya Ungkap Kasus karena Keterbatasan Anggaran selama Pandemi COVID-19

Published

on

Komisi III DPR RI saat Mengunjungi Kejati Banten, Dalam Kunjungan Ini Kepala Kejati Banten, Asep Mulyana Mengeluhkan Sulitnya Mengungkap Kasus Karena Keterbatasan Anggaran (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Asep Mulyana mengaku, kesulitan dalam penegakan hukum di Provinsi Banten karena keterbatasan anggaran selama pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkan Asep, saat menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPR RI, Senin 22 Febuari 2021.

“Ini salah satu tantangan kami, memang ini (Anggaran) masalah klasik, tapi menjadi masalah bersama ketika kami ingin menegakkan hukum di Banten ini,” katanya.

Asep menyebut, penanganan perkara sulit diselesaikan jika Kejati Banten masih keterbatasan dalam masalah anggaran.

BACA :  Lagi, Kendaraan Telat Pajak di Lebak Diberhentikan Petugas

“Misalnya (Kekurangan) anggaran untuk biaya ahli, kebutuhan kunjungan ke lapangan atau TKP, itu harus diback up dari mana, terus bagaimana kalau dirincikan dengan baik,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa mengklaim, sudah menjelaskan secara jelas kondisi keuangan negara saat pandemi COVID-19. Dia mengakui, banyak mitra Komisi III yang mengeluhkan kekurangan anggaran.

“Memang kondisi keuangan negara hari tidak bisa kita salahkan, COVID-19 juga membuat anggaran ini ada penghematan dan pemborosan,” tegasnya.

Desmond menyarankan, untuk menghemat anggaran di Kejati Banten proses penegakan hukum atau persidangan dilakukan persidangan secara virtual.

“Tidak ada pelemahan, pada sisi lain biaya operasional untuk Pengadilan lebih murah dari pada Kejaksaan, membawa tersangka ke pengadilan, dengan sidang virtual biaya transportasi bensin dan lainnya lebih penghematan,” tutupnya.

BACA :  May Day, Kabut Bergerak Kepung Istana

Editor : Engkos Kosasih



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler