Connect with us

Berita Terbaru

Mulai Kesal Banjir Tak Kunjung Surut, Warga Tuntut Tanggungjawab Pengelola Tol Bitung

Published

on

Banjir Kampung Kadu, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Warga Kampung Kadu, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang menuntut pihak pengelola tol Bitung dan industri di wilayah setempat untuk bertanggungjawab atas bencana banjir.

Pasalnya, mereka menilai bencana banjir terparah ini akibat adanya alih fungsi lahan serapan air menjadi industri. Selain itu juga karena adanya pembangunan jalan tol dengan saluran air yang kecil. 

“Kami meminta pertanggungjawaban dari pengelolaan tol dan industri setempat. Sebab banyak peralatan elektronik dan perlengkapan lain warga yang rusak terendam air,”kata Anton warga sekitar kepada BantenHits, Senin, 22 Februari 2021.

Menurut Anton, banjir yang merendam pemukiman warga sejak Sabtu, 20 Februari 2021 ini belum juga surut. Bahkan di beberapa titik air masih menggenang dengan ketinggian mencapai lebih dari 1 meter. 

BACA :  UMT Gelar Workshop Penyusunan SPMI Muhammadiyah

“Banjir merendam permukiman warga sejak Sabtu, 20 Februari 2021, banyak warga yang mengungsi dan ada juga yang memilih menetap di rumahnya sendiri,”katanya.

Di tempat yang sama, Rusdiono warga lainnya mengatakan, jika saat ini saluran air atau drainase sudah terlihat dangkal, bahkan lahan untuk serapan air di kampungnya hampir sudah tidak ada.

Kata dia, walaupun di tahun sebelumnya sudah dibangun gorong-gorong diperlintasan tol untuk saluran air, namun hingga kini belum ada hasil yang dirasakan oleh masyarakat. 

“Ada 2 gorong-gorong, 1 dengan ukuran sedang dan 1 lagi kecil ,” Katanya.

Menurut Rusdiono, banjir kali ini merupakan banjir terbesar yang dialami oleh warga Desa Kadu. warga juga merasa sangat dirugikan dengan kerugiaan materiil yang dialami. 

BACA :  Tawuran Dua Sekolah Pecah di Tangerang, Satu Pelajar Luka Bacok

“Kami berharap ada pertanggung jawaban dari pengelola pembangunan tol dan pihak industri yang berdiri di desa kami,” Tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler