Connect with us

Berita Terbaru

Istri-istri Nelayan di Pandeglang Diberi Trik Agar ‘Dapur Tetap Ngebul’ saat Suami Tak Melaut Akibat Cuaca Ekstrem

Published

on

FOTO ILUSTRASI: Kapal nelayan di Lebak Selatan bersandar di bibir pantai. Mereka memutuskan untuk diam di rumah lantaran cuaca ekstrem. (Istimewa)

Pandeglang – Dalam setahun nelayan hanya memiliki delapan bulan waktu efektif untuk melaut yakni pada Maret-Oktober. Selebihnya, karena memasuki cuaca ekstrem, nelayan pun tidak melaut.

Saat nelayan tak melaut, praktis mereka tidak mendapatkan penghasilan. Mereka mulai merasakan kesulitan-kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mengantisipasi kondisi seperti itu, Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang memberikan pelatihan dan bantuan pada nelayan dengan memberikan pelatihan kepada para istri nelayan.

Para istri nelayan dilatih untuk mengolah ikan mentah menjadi seperti otak-otak, kerupuk, ikan asin dan produk rumahan lainya. Tidak hanya itu, pelatihan bengkel mesin perahu juga diberikan pada nelayan.

BACA :  Nenek Bersimbah Darah dengan Tangan Terputus Ditemukan di Pos Pemuda Pancasila

Menurut Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Winarno, selain memberikan pelatihan-pelatihan, apabila masa paceklik terus berlanjut pihaknya mengusulkan pemberian beras raskin pada nelayan.

 

“Akibat badai kami selalu adakan rapat dengan nelayan, memberikan pelatihan dan mengusulkan bantuan beras raskin kepada pemprov,” ungkap Winarno, Kamis 25 Februari 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perikanan ada 12.500 jiwa nelayan yang  tersebar di sejumlah kecamatan yang menghasilkan 44.000 ton ikan tangkap per tahun .

“Nelayan hanya mengandalkan perahu dan masih bergantung pada hasil tangkapan ikan,” terangnya.

Winarno menambahkan, kantong kemiskinan terjadi pada sektor nelayan, mengingat masih banyaknya sebagian nelayan yang hanya bekerja pada pemilik perahu, terlebih distribusi ikan tangkapan diserahkan pada mekanisme pasar.

BACA :  Nelayan di Kabupaten Pandeglang Berhenti Melaut

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Pandeglang ini dikenal aktif berorganisasi sejak sekolah hingga di bangku kuliah. Rosid memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap kehidupan sosial.

Terpopuler