Connect with us

Berita Terbaru

Pria Ini Gak Kapok Keluar Masuk Penjara Gegara Sabu; Dulu Cilegon Kini Giliran Tangsel

Published

on

Tersangka A Saat Dihadirkan Dalam Gelar Perkara Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Mapolres Tangerang Selatan. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Seorang pengedar narkotika jenis sabu berinisial A (35) dibekuk oleh kepolisian dari Mapolsek Pagedangan, Polres Tangerang Selatan. 

Tersangka A ditangkap saat hendak mengedarakan narkoba di wilayah Kecamatan Pondok Aren. Padahal, A diketahui baru saja menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Cilegon, sekitar tiga pekan lalu. 

Seolah tak jera A kembali menjadi pengedar barang haram di wilayah Tangerang Selatan.

“Tersangka seorang residivis dengan kasus yang sama, yaitu pengedar sabu,” terang Kapolsek Pagedangan AKP Fredy Yudha Satria, dalam gelar perkara di Polres Tangerang Selatan, Jumat Malam 26 Februari 2021. 

BACA :  Sudah Uzur, Pemkab Lebak Diminta Ganti Mobdin KTP

Fredy mengungkapkan, penangkapan A merupakan pengembangan dari seorang pemakai narkotika jenis sabu yang sudah ditahan di Polsek Pagedangan yang mengaku mendapatkan narkoba dari A. 

Berbekal informasi itu, lanjut Fredy, polisi berhasil mengungkap identitas A yang ternyata tinggal di sebuah kios di wilayah Pondok Aren. 

“A ditangkap di sebuah kios tempat tinggalnya, mengontrak,” ucapnya. 

Kepada polisi, A mengaku menjual sabu dengan harga Rp 1.100.000.00,- (satu juta seratus ribu rupiah) per gramnya. Ia mengaku nekat kembali menjadi pengedar narkoba guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari setelah bebas dari lapas Cilegon. 

“Dia (tersangka) juga mengaku sebagai pengguna, hal itu diperkuat dengan ditemukannya barang bukti alat isap sabu atau bong,” jelasnya. 

BACA :  PUPR Pandeglang Bangun Dua Irigasi, Totalnya Rp1,9 Miliar

Selain berhasil menangkap A polisi juga turut mengamankan barang bukti sabu seberat 400,29 gram, satu buah timbangan, dan alat hisap sabu (bong). 

Sementara, oleh polisi tersangka A akan dijerat dengan pasal 112  dan atau pasal 114 Undang-Undang No 39 tahun 2009 Tentang Narkotika. 

“Ancamannya maksimal 10 tahun penjara,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler