Connect with us

Berita Terbaru

Tiga Kecamatan di Kab.Tangerang Disapu Angin Puting Beliung; Puluhan Rumah Porak Poranda

Published

on

Rumah Warga di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji Yang Ambruk Usai Diterjang Angin Kencang Pada Jumat Dini Hari 26 Februari 2021. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Puluhan rumah di tiga kecamatan Kabupaten Tangerang porak poranda disapu angin puting beliung, Jumat, 26 Februari 2021 dini hari. Ketiganya yakni Kecamatan Mauk, Pakuhaji, dan Teluk Naga.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Tangerang puluhan rumah yang ambruk dan rusak berat terdapat di Desa Kohod 13 Rumah, Desa Laksana 5 Rumah, Desa Kiara Payung 3 rumah, dan Desa Kali Baru 6 rumah.

Sedangkan untuk rumah yang rusak ringan ada di Desa Buaran Bambu 4 rumah dan Desa Sukawali 9 rumah. Sementara untuk di Desa Kramat terdapat 23 pohon yang tumbang.

BACA :  Polres Tangsel Bekuk Dua Spesialis Pembobol ATM

“Sementara ini data yang baru masuk ada puluhan rumah yang rusak karena angin maupun yang tertimpa pohon,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin kepada BantenHits.com

Kata dia, peristiwa angin kencang disertai hujan deras yang mengakibatkan puluhan rumah ambruk itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wib. Meski begitu tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa kalau kerugian materi diperkirakan ratusan juta saya belum bisa menduga,” jelasnya.

Kata Kosrudin, kejadian angin puting beliung itu juga membuat banyak pohon tumbang sehingga akses jalan tertutup.

“Untuk desa Salembaran dan Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, banyak pohon roboh menutup akses jalan, di Tanjung Kait ada menimpa kabel listrik,” terangnya.

BACA :  Razia Tempat Hiburan Malam di Cilegon,  Dua Pengunjung Positif Gunakan Sabu

“Kalau dari BPBD sumbangan itu untuk rusak berat 3 juta, rusak sedang 2 juta, dan rusak ringan 1 juta tapi untuk perbaikan rumah biasanya pihak Kecamatan yang berkoordinasi,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler