Connect with us

Berita Terbaru

Mahasiswa Serang Siap-siap Tagih Tagline Tatu-Pandji “Memberi Bukti Bukan Janji”

Published

on

Anggota Himpunan Mahasiswa Serang atau Hamas saat membentangkan spanduk di pagar Alun-alun Kota Serang, lebih tepatnya di depan pintu masuk utama Pendopo Bupati Serang.(BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) menyoroti tagline Bupati dan Wakil Bupati Serang periode 2021-2026, Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa yakni “Memberi Bukti Bukan Janji”.

Menurut Hamas, tagline tersebut haruslah dijadikan cerminan dalam menjalankan amanahnya, jangan hanya mengobral janji manis pada saat kampanye saja untuk menarik simpatik masyarakat.

“Bupati dan Wakil Bupati harus juga menjalankan visi – misi serta program-program prioritas yang sudah direncanakan dengan baik,” seru Ketua Umum PP Hamas, M. Busairi kepada BantenHits.com, Jumat, 26 Februari 2021.

BACA :  Arief Bakal Tindak Tegas Anak Buahnya yang Berijazah Palsu

Busairi mengatakan, jika dilihat dari beberapa sudut permasalahan di Kabupaten Serang ini masih sangat kompleks bahkan sering terjadi berulang-ulang. Seperti, dalam persoalan pendidikan, pihaknya menemukan Sekolah Dasar (SD) terdampak pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang yang sampai hari ini belum dibangun.

“Bupati dan Wakil Bupati Serang agar segera membangun Sekolah Dasar yang terdampak pembangunan jalan tol,” kata aktivis mahasiswa itu.

Kemudian dalam persoalan kesehatan, pihaknya pmenemukan banyak daerah yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan seperti di Pulau Tunda. Sepwrti telah diketahui bersama bahwa untuk mencapai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dibutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kami menuntut Bupati dan Wkil Bupati harus memaksimalkan pelayanan kesehatan dan mempercepat pengadaan ambulans laut,” ungkap Busairi.

BACA :  Kepergok Polisi Asik Berduaan di Kamar Hotel; Pasangan ABG di Rangkasbitung Buru-buru Sembunyikan Ini ke Dalam Plastik

Selanjutnya, kata Busairi, persoalan infrastruktur pun pihaknya mengaku masih menemukan banyaknya jalan yang sudah dibetonisasi namun tidak bertahan lama.

“Ini menandakan ada pengerjaan kontruksi yang serampangan, seperti jalan di daerah Kopo, Lebak Wangi sampai Tirtayasa dan daerah lainnya,” sebut dia.

Tak hanya itu, persoalan lingkungan pun masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Bupati dan Wakil Bupati dua periode ini. Meski demikian, Hamas menyarankan bahwa di Kabupaten Serang seharusnya segera membuat stasiun peralihan sampah atau satgas sampah di desa-desa agar dapat terkelola dan bermanfaat.

“Kami juga menuntut Bupati dan Wakil Bupati Serang agar segera menyelesaikan persoalan sampah, dan menuntaskan persoalan pencemaran lingkungan (limbah),” tegasnya.

BACA :  HUT Bhayangkara 73, Polres Serang Kota Bagi-bagi Bantuan di Ciomas dan Gunung Sari  

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler