Connect with us

Berita Terbaru

Beternak Cupang di Tengah Pandemi Covid-19 Ala Pejabat di Lebak; Peluang Bisnis yang Menggiurkan

Published

on

Widy Ferdian saat menunjukan cupang hasil ternak di halaman belakang rumah nya. (Bantenhits/Fariz Abdullah)

Lebak- Ikan Cupang. Ya, ikan adu atau laga yang berkarakter ini tengah digandrungi oleh banyak masyarakat Indonesia.

Mereka rela merogoh kocek tak sedikit hanya untuk memiliki dan menikmati keindahan dari ikan dengan nama ilmiah Betta ini.

Perpaduan warna dan ekor nan indah seakan membuat para penggemarnya tergila-gila saat menyaksikan ikan berhabitat air tawar ini ‘beraksi’.

Tren cupang sendiri rupanya sampai di Kabupaten Lebak. Segelintir orang mampu memanfaatkannya menjadi pundi-pundi rupiah.

Salah satunya Widy Ferdian. Pejabat di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Lebak ini ternyata seorang ‘maniak’ ikan cupang.

BACA :  70 Persen Nelayan di Pandeglang Sulit Terima Bantuan Pemerintah

Berbagai macam jenis cupang berderet di halaman belakang rumahnya di Kampung Cempa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar. Kerennya, cupang-cupang tersebut merupakan hasil breeding atau beternak sendiri.

Kepada BantenHits, Widy bercerita awal mula beternak hingga berbisnis ikan cupang.

Berawal dari hobi dan sekedar pelipur lara, kini pria berkacamata ini mendapatkan penghasilan tambahan yang tak sedikit.

“Kalau breeding sih udah sejak akhir-akhir tahun 2020. Awalnya hanya sepasang tapi alhamdulillah sekarang lebih dari 300 ekor cupang ada di belakang rumah,”kata Widy, Minggu, 28 Februari 2021.

Beternak cupang, menurut Widy memang gampang-gampang susah. Hal itu terbukti di tengah kesibukannya, Widy masih bisa mengembang biakan ikan yang tengah naik daun ini.

BACA :  Ikut Sidang TPP, 115 WBP Rutan Rangkasbitung Diusulkan Dapat Remisi Idul Fitri

“Proses pemijahan sampai dengan ikan bisa dijual itu sekitar 3 bulanan. Sekali breeding itu biasanya cupang bisa sampai 100-200 telur,”tuturnya.

“Sekarang ada anak yang ngurus. Saya hanya awal saja. Tapi setiap berangkat dan pulang kerja itu pasti ke belakang rumah dulu untuk mengecek,”tambahnya.

Sejak awal Januari 2021, Widy mengaku berhasil menjual lebih dari 600 ekor ikan cupang mulai dari harga Rp3 ribu sampai Rp200 ribu.

“Yang warnanya gagal itu dijual murah. Kalau yang bercorak, warna tajam dan indah itu pasti ada harganya,”katanya.

Di belakang rumahnya, kata Widy beberapa jenis cupang tengah dalam proses pembiakan hingga pemajangan untuk dijual.

“Ada Blue Rim, Nemo, Nemo Galaxy, Plakat Flamengo, Halfmoon, Giant dan lainnya,”tuturnya.

BACA :  Pasar-pasar Tradisional di Kota Tangerang Dibiarkan Tak Berizin

“Kalau pemasaran sih kita ngga besar-besaran juga hanya di komunitas saja, atau ada saudara yang mempromosikan di medsos. Jadi kalau ada yang minat boleh datang ke rumah dekat Ponpes Nurul Faizin Cempa,”sambungnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler