Connect with us

Berita Terbaru

Disuntik Vaksin COVID-19 Wali Kota Serang Ngaku Pusing, Kok Bisa?

Published

on

Wali Kota Serang, Syafrudin saat disuntik vaksin COVID-19. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Setelah beberapa kali gagal disuntik Vaksin COVID-19, akhirnya kondisi kesehatan Wali Kota Serang, Syafrudin dinyatakan membaik dan layak diberikan suntikan vaksin COVID-19 RSUD Kota Serang, Senin, 1 Maret 2020.

Syafrudin mengatakan bahwa, dirinya sebelum melakukan vaksin dilakukan pemeriksaan dari mulai tensi darah, gula darah dan lainnya serta mendapatkan hasil sehat. 

“Vaksin pertama kali, rasanya biasa-biasa saja, tidak ada apa-apa. Saya disuruh istirahat setengah jam. Alhamdulilah tidak ada apa-apa,” ucap Syafrudin kepada awak media, Senin, 1 Maret 2021.

Pasca divaksin Syafrudin mengaku mengalami pusing. Tapi keluhan pusing yang disampaikan Syafrudin hanyalah kelakar saja. Meski demikian dia mengaku tegang karena tidak terbiasa melihat jarum suntik.

BACA :  70 Rumah Tak Layak Huni di Desa Muruy Pandeglang Butuh Perbaikan

“Pusing belum gajian (diiringi ketawa-red). Emang rada pegel aja. (Saya) tegang. Suntik itu takut, liat jarum saja takut,” ungkapnya.

Setelah divaksinasi, Syafrudin pun meminta masyarakat untuk tidak takut jika divaksin dan jangan percaya dengan berita tidak benar atau hoaks seputar vaksin.

“Saya sudah buktikan sendiri bahwa vaksin bermanfaat, vaksin aman tidak ada efek apa-apa. InsyAllah kalo divaksin virus mati dengan sendiri, vaksin kedua tanggal 15 insyaAllah vaksin lagi,” ungkapnya.

Sehari sebelum divaksin, Syafrudin mengaku sudah menyiapkan kesehatan seperti istirahat olahraga dan tidak minum kopi dan makan durian.

“Istirahat yang lebih saja, untuk para pejabat di lingkungan Kota Serang staf dan ASN, Forkopimda semua Vlvaksin tidak ada terkecuali, untuk lansia 27 ribu vaksin disiapkan,” tuturnya.

BACA :  Nelayan di Pandeglang Minta Pemerintah Legalkan Cantrang

Syafrudin juga mengklaim, penyebaran COVID-19 yang terjadi di Kota Serang hingga bulan Maret ini cenderung menurun.

“Pernah Kota Serang menjadi zona merah, tapi alhamdulilah sekarang orange,” katanya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat agar sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Agar, penyebaran COVID-19 Kota Serang hilang. 

“Kunci keberhasilan untuk penekanan COVID-19 ada di masyarakat itu kesadaran untuk menerapkan prokes,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler