Connect with us

Berita Terbaru

Parah! Teknisi Hotel Ternama di Kab. Tangerang Ini Diam-diam Dekati Wanita saat Malam Hari, Ternyata

Published

on

Gelar Perkara Kasus Penjambretan di Mapolresta Tangerang. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Seorang pria berinisial RA (27), asal Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, ditangkap oleh kepolisian dari Mapolresta Tangerang. 

Bukan tanpa alasan, RA ditangkap atas kasus penjambretan yang dilakukannya terhadap seorang wanita karyawan swasta sebuah koperasi dengan TKP di Jalan Raya Mauk-Rajeg, Kabupaten Tangerang. 

Dari hasil pemeriksaan polisi, pria yang juga bekerja sebagai teknisi AC di sebuah hotel ternama di Kabupaten Tangerang ini ternyata sudah 3 kali menjambret di wilayah Kabupaten Tangerang dengan modus pepet rampas. 

Sasarannya, adalah para wanita yang baru pulang bekerja di malam hari. 

“Jadi modusnya yaitu pepet rampas korbannya para wanita yang pulang bekerja, saat melintas di TKP yang sepi korban kemudian dipepet oleh pelaku, korban terjatuh kemudian barang berharganya dirampas oleh pelaku,” tutur Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada awak media, Senin 1 Maret 2021. 

BACA :  Rumah Dinas Kapolda Banten Digeruduk Suku Baduy, Ada Apa?

Kepada polisi, teknisi AC Hotel Santika ini mengaku aksi penjambretan itu ia lakukan sendiri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax. Motifnya, karena terdesak kebutuhan ekonomi. 

“Hasil pemeriksaan pelaku sudah 3 kali melakukan kejahatan (penjambretan), pada kasus yang terakhir uang hasil kejahatan sebesar Rp 2 Juta habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” terang Wahyu.

Pelaku yang sudah ditangkap sejak 22 Februari 2021 lalu, di rumahnya di wilayah Kronjo, Kabupaten Tangerang itu kini tengah mendekam di sel tananan Mapolresta Tangerang. 

“Terhadap pelaku kita turut amankan barang bukti berupa 1 unit kendaraan Yamaha Nmax, 1 lembar STNK, dan sebuah handphone milik korban,” katanya. 

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman penjara paling lama 9 tahun.

BACA :  Sopir dan Kernet Pengangkut Crane Tersangka

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Terpopuler