Connect with us

Berita Terbaru

Selewengkan Dana BOS di 22 SD, Mantan Kepala UPT Kecamatan Angsana Jadi Tersangka

Published

on

Ilustrasi korupsi. (lensaindonesia.com)

Pandeglang – ASW, seorang pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2018-2019.

Mantan Kepala UPT Dindikbud Kecamatan Angsana itu ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang pada Kamis 25 Februari 2021 kemarin.

Kasi Pidsus Kejari Pandeglang, Ario Wicaksono menjelaskan, dugaan korupsi terjadi saat adanya pengadaan buku untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di 22 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Angsana.

“Pembelian atau pengadaan buku yang bersumber dari APBN itu tidak sesuai dengan rencana kegiatan anggaran sekolah,” katanya saat dihubungi, Senin 1 Maret 2021.

BACA :  KTP Minta Pemkab Lebak Tingkatkan Pelayanan Informasi

Ario menegaskan, penyidikan dugaan kasus korupsi pengadaan buku tersebut masih dilakukan pengembangan. Karena Kejari Pandeglang mengendus adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Bukan kemungkinan lagi, tapi kami (Kejari) akan kembali menetapkan tersangka baru selain ASW ini,” terangnya.

Kerugian Negara Capai Rp280 Juta

Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan Pemerintah (BPKP), kerugian negara akibat kasus korupsi pengadaan buku tersebut mencapai Rp280 Juta.

Kejari Pandeglang menjerat ASW dengan Pasal 2 Atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah Undang-undang nomor 20 tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara

“Kalau untuk nilai kerugiannya, hasil BPKP itu kurang lebih Rp280 juta. Tapi pastinya saya lupa,” pungkasnya.

BACA :  Pelaku Penembakan Rumah Perwira Polisi Bukan Teroris

Sementara Kuasa Hukum tersangka ASW, Mujizatullah mengaku, menghormati keputusan Kejari Pandeglang. Dia memastikan bahwa kliennya akan kooperatif pada penyidik untuk memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan dan dibutuhkan agar konstruksi hukumnya bisa sempurna.

“Kami juga menunggu langkah langkah dari Pidsus terkait dengan penetapan tersangka tersangka lainnya dan kami berharap bahwa Pidsus tidak tebang pilih,” tutupnya.

Editor : Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler