Connect with us

Berita Utama

Di Serang Ada Geng Motor Pamer Senjata sambil Blokir Jalan, di Tangerang Ada ‘Raja Jalanan’ Keroyok Sekuriti karena Bubarkan ‘Bali’

Published

on

Tangkapan layar video geng motor di Kota Serang yang viral di media sosial. Para geng motor ini konvoi sambil pamer senjata dan memblokir jalan raya. (istimewa)

Tangerang – Sabtu, 6 Maret 2021, publik dibuat geger menyusul viralnya sebuah video berisi aksi geng motor di Kota Serang.

Dalam video tersebut, para anggota geng motor ini berkonvoi sambil mengacung-acungkan senjata tajam seperti celurit dan parang. Mereka juga memblokir Perempatan Lampu Merah Ciceri, Kota Serang yang merupakan jalan utama di ibu kota Provinsi Banten ini.

Jajaran Ditreskrimum Polda Banten bersama Polres Serang Kota dan Kabupaten bergerak cepat. Para anggota geng motor yang ada dalam video tersebut langsung dicokok.

Dirreskrimum Polda Banten, Kombes Pol. Martri Sonny mengatakan, dalam aksi tersebut pelaku diduga mencapai 100 orang mengendarai sepeda motor berboncengan dua sampai tiga.

BACA :  Polisi Amankan 42 Juru Parkir Liar di Cilegon

“Ini sudah menganggu Kamtibmas wilayah Polda Banten khususnya Kota Serang. Dari respons tersebut kita upaya mengamankan. Mereka yang diamankan diduga ikut dalam aksi konvoi arak-arakan geng motor,” ujarnya kepada awak media, Minggu 7 Maret 2021.

Aksi tak terpuji kelompok motoris ini juga terjadi di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). M Rian (26) seorang petugas sekuriti babak belur dikeroyok sekelompok pemuda yang sedang balapan liar alias bali.

Dikutip BantenHits.com dari iNews.id, peristiwa tersebut terjadi Kawasan BSD, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangsel, Senin, 1 Maret 2021 sekira pukul 03.00 WIB.

Tiga ‘raja jalanan’ pengeroyok berhasil diringkus Polsek Serpong, yakni NR (21), KS (24) dan HN (24). Mereka ditangkap saat asyik nongkrong di wilayah Kampung Lengkong Wetan, Serpong.

BACA :  Gerebek Arena Judi Sabung Ayam Beromzet Puluhan Juta di Tigaraksa, Polisi Gagal Ringus Bandar

Dari pemeriksaan, ketiganya mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Sudah tiga orang yang kita amankan. Mereka kita tangkap di dekat kediamannya, lagi nongkrong-nongkrong,” tutur Kapolsek Serpong, Kompol Yudi Permadi, Senin, 8 Maret 2021.

Yudi mengatkan, para pelaku melakukan aksi itu dipicu pembubaran balap liar okeh sekuriti kawasan BSD pada malam kejadian. Salah satu motor yang tertinggal, langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Serpong.

“Motifnya mereka kesal, karena balapan liarnya dibubarkan. Apalagi satu sepeda motor mereka juga kena. Kemudian mereka kumpul, dan kebetulan saat itu korban sedang melintas seorang diri menggunakan motor patroli, lalu dkeroyok,” tuturnya.

Menurut Yudi, jumlah pelaku kemungkinan terus bertambah berdasarkan perkembangan hasil penyelidikan. Namun dia menyebut, hingga kini kasus pengeroyokan itu masih dalam pemeriksaan lanjutan.

BACA :  Pemkab Lebak Siapkan Tujuh Posko Kesehatan di Jalur Mudik

“Kemungkinan bertambah, nanti lihat hasil pemeriksaannya,” katanya.

Dia memastikan, bahwa kelompok pelaku pengeroyokan bukanlah merupakan kawanan geng motor. Melainkan hanya kelompok yang menyalurkan hobi melalui aksi balapan liar.

“Saya juga nggak ngerti ya, geng motor itu yang seperti apa, karena kalau geng motor itu kan maknanya cenderung negatif. Berkelompok, bawa sajam bikin onar, atributnya seragam. Tapi kalau para pelaku ini ya murni hanya balapan liar saja sebenernya, nggak bawa saja segala macem,” katanya.

Pengeroyokan terhadap M Rian terjadi ketika itu, Rian tengah mengendarai sepeda motor patroli di Jalan Pahlawan Seribu. Saat melintasi BSD Foursquare, puluhan pelaku yang mengendarai sepeda motor langsung mengadang.

Seketika, Rian diseret dari sepeda motor lalu dipukuli beramai-ramai. Salah satu pelaku sempat melontarkan kekecewaan lantaran sepeda motornya diamankan ketika balap liar dibubarkan patroli gabungan, beberapa jam sebelumnya di sekitar lapangan Sunburst.

Editor : Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler