Connect with us

Berita Utama

Rush Money Disebut Pemicu Rp 94 M Milik 246 Pensiunan Pegawai PT Krakatau Steel Tak Bisa Cair

Published

on

Ketua Primkokas, Syarip Rahman saat menjelaskan penyebab uang pensiunan pegawai PT Krakatau Steel Group yang diinvestasikan tak bisa ditarik. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Dana pensiunan 246 pegawai PT Krakatau Steel Group senilai sekitar Rp 94 miliar yang diinvestasikan di Primer Koperasi Karyawan Krakatau Steel alias Primkokas tak bisa ditarik sehingga memicu kepanikan.

Kekinian Primkokas berencana menjual aset milik koperasi, guna mengembalikan dana investasi milik 246 pensiunan PT Krakatau Steel Group tersebut yang diinvestasikan lewat program simpanan berjangka atau Sijaka.

Namun Ironisnya pengembalian dana investasi milik ratusan pensiunan yang masing-masing berkisar mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 1,25 miliar tersebut belum bisa dipastikan kapan terealisasi.

BACA :  Muncul Isu Korban Tsunami Dipaksa Pindah Agama, Kemenag Banten Turunkan Penyuluh dan Guru

“Jadi, kita juga akan menjual aset yang ada untuk mengembalikan dana itu. Saya akan mencoba mengembalikan semua haknya tapi kan butuh waktu ya, saya belum bisa tentukan waktunya ini.  Inikan lagi dievaluasi semua dengan tim audit kita. Diusahakan semuanya akan kita kembalikan,” kata Ketua Primkokas, Syarip Rahman, saat dikonfirmasi awak media. Rabu, 10 Maret 2021.

Saat disinggung, terkait penggunaan dana investasi milik ratusan pensiunan yang menjadi anggota Primkokas, Syarip membeberkan bahwa dana tersebut digunakan untuk pengembangan bisnis.

Namun ia tidak bisa menjelaskan secara detail pasalnya dirinya mengaku menjabat sebagai ketua Primkokas sejak tahun 2020 lalu.

” Ya, sebetulnya tadi itukan dipake bisnis ya yang saya tau. Jadi memang saya tidak tau sebenernya Sijaka (simpanan berjangka) itu. Kan dari kepengurusan saya sih sudah tidak ada lagi yang masuk ya, itu kan di kepengurusan yang lama. Saya tahun 2020 di kepengurusan baru setahun nih. Karena kan yang kemaren ini ada pengurus yang mengundurkan diri, jadi saya pengantar antar waktu (PAW) cuma setahun aja.” bebernya.

BACA :  Pernah Diprotes Cawalkot Cilegon, Proyek Pemasangan Instalasi PT PGN Dihentikan

Syarip kembali mengungkapkan, selain di gunakan untuk pengembangan bisnis, sulitnya para pensiunan melakukan penarikan dana investasi mereka akibat adanya penarikan uang tunai yang dilakukan serentak atau bersamaan dan dalam jumlah besar atau yang lebih dikenal rush money.

“Emang udah terjadi rush money ini dari tahun 2019. Rush (money) ini terjadi karena banyak yang mengambil di waktu yang bersamaan, buat kebutuhan sekolah segala macem. Akhirnya menguras modal kita. Namanya rush kan susah ya, Bank Banten juga sama kan susah tuh nariknya. Makanya ini juga audit lagi masuk juga kita mau cek semuanya,” imbuhnya.

Syarip mengatakan saat ini PT Krakatau Steel tengah berupaya membantu Primkokas untuk menyelesaikan pengembalian seluruh dana investasi milik ratusan pensiunan.

BACA :  Kapolres Pandeglang Akui Kagum dengan Kegigihan Guru Honorer yang Tinggal di Toilet Sekolah

“Sebetulnya PT Krakatau Steel sudah membantu kita, sudah buat tim penyehatan Primkokas, kita semuanya sedang buat kajian untuk pengembalian dana,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler