Connect with us

Berita Terbaru

Bisnis Ikan Cupang Kurang Hasilkan Uang, Pria di Taman Cimuncang Nekat Beli Serbuk Kuning lewat Instagram untuk Bikin Barang Terlarang

Published

on

Jajaran Satresnarkoba Polres Serang menunjukkan barang bukti yang disita dari FDR, pemuda di Taman Cimuncang yang nekat jadikan rumah mertuanya home industry tembakau gorilla. (BantenHits.com)

Serang – FDR (20) masih tergolong muda belia. Tapi usianya yang muda tak sebanding dengan semangatnya. FDR labil hingga akhirnya memilih jalan instan.

Pria yang tinggal di Taman Cimuncang, Kota Serang, Banten ini, nekat menyulap rumah mertuanya untuk dijadikan rumah pembuatan alias home industry tembakau gorilla.

FDR nekat memproduksi tembakau gorilla karena tergiur keuntungan besar yang menjanjikan. Pasalnya, bisnis ikan cupang yang selama ini dijalaninya tak kunjung menghasilkan uang.

Namun, harapan FDR untuk cepat kaya dengan cara instan justru malah menjerumuskannya ke jeruji besi. FDR diciduk Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Kota Polda Banten, Sabtu, 13 Maret 2021.

BACA :  Basarnas Banten Latihan Tangani Potensi Bencana Besar

Kasat Narkoba Polres Serang Kota  Iptu Silthon mengatakan, FDR ditangkap di kediaman mertuanya. Saat melakukan penangkapan, ditemukan barang bukti satu plastik berisikan serbuk kuning , satu kilogram tembakau mole, satu unit handphone beserta kartu ATM BCA dan alat produksi.

“Pelaku mendapatkan serbuk kuning tersebut berasal dari luar negeri dengan harga lima belas juta rupiah,” ujarnya kepada awak media, Selasa, 16 Maret 2021.

Menurut Shilton, pelaku membeli barang tersebut di media sosial Instgram. Pelaku juga diarahkan oleh seorang bandar secara online cara pembuatan tembakau gorilla.

Saat ini, pihak kepolisian lakukan pendalaman dan peneyelidikan lebih lanjut guna mengungkap sang bandar yang mengirim barang ke pelaku.

BACA :  Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK Sembilan Kali Berturut-turut

“Pelaku pekerjaanya jualan ikan cupang, akan tetapi karena tidak memenuhi kebutuhannya, pelaku juga menjual tembakau gorilla. Pendapatan jualan ikan cupang dirasa kurang. Dalam sehari pelaku bisa menjual lima paket dengan harga delapan ratus hingga satu juta rupiah,” jelasnya.

“Pelaku menjualnya lewat Instagram, rata-rata pembeli masih orang Serang,” imbuhnya.

Pelaku dikenakan pasal 114 junto 112 junto 115 Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler