Connect with us

Berita Utama

Lapor, Pak Jokowi! Ada Broker Proyek di Banten Ngaku Orang Dekat Gubernur Suka Pamer Foto dengan Penegak Hukum untuk Menekan Pokja ULP Barjas

Published

on

Foto ilustrasi: LPSE Pemprov Banten kembali mengumumkan proyek di luar ketentuan. Kali ini proyek Rp 2,5 M diumumkan dengan metode penunjukan langsung. (Tangkap layar LPSE Pemprov Banten/BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Sepak terjang ES, yang mengaku orang dekat Gubernur Banten untuk meminta-minta proyek di hampir seluruh organisasi perangkat daerah atau OPD di Banten ternyata bukan hanya kabar burung.

Sejumlah anggota Kelompok kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Provinsi Banten, mengaku kerap mendapat intimidasi ES dalam proses pelelangan proyek.

Hal itu terungkap, saat sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten beraudensi dengan Biro Pengadaan Barjas Setda Provinsi Banten, di Gedung OPD Terpadu, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin 15 Maret 2021 kemarin. 

BACA :  Hilang Kendali, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Jalan Raya Serang

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Mulyadi Jayabaya meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim menyelidiki dan menertibkan oknum yang kerap mengaku ‘orang dekat’ Gubernur tersebut.

“Jika gubernur diam saja dan tidak segera mengklarifikasi siapa oknum berinisial ES itu, berarti gubernur menyetujui tindakan oknum tersebut,” ujar JB saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 16 Maret 2021.

Menurut JB, apa yang dilakukan oleh ES sebagaimana yang disampaikan Direktur Eksekutif ALLIP, Uday Suhada, sangat mencoreng nama baik gubernur. Untuk itu, tidak saja kepada ES, namun kepala OPD yang diduga ikut kongkalingkong dengan ES itu juga harus dievaluasi.

”Harus dilakukan evaluasi menyeluruh kepada kepala OPD yang ikut kongkalingkong dengan ES,” ungkapnya.

BACA :  Terlarang Ada Bangunan! Sempadan Pantai 100 Meter

Pamer Kedekatan dengan APH untuk Menekan

Sementara itu, Ketua 1 Bidang Organisasi Kadin Provinsi Banten Amir Hamzah, mengatakan bahwa ES berupaya mengintervensi Biro Barjas dan sejumlah anggota Pokja ULP dengan menyebut-nyebut orang dekat Gubernur Banten Wahidin Halim. 

“Soal sepak terjang ES diakui Kepala Biro Barjas saat kita audensi kemarin. Selain mengaku dekat dengan gubernur, ES juga kerap menunjukan foto-foto kedekatannya dengan aparat penegak hukum,” ujar Amir.

Menurut Amir Hamzah, praktik-praktik seperti itu tidak boleh dibiarkan. Terlebih ES itu bukan pengusaha dan hanya broker atau calo dan malahan akan mengganggu kondusifitas iklim usaha di Provinsi Banten.

“Harusnya dilaporkan ke pihak berwajib saja orang seperti itu. Kalau ini dibiarkan berlama-lama, nanti tuduhannya jangan-jangan benar (orang dekat gubernur, red),” imbuhnya.

BACA :  Jeremy Thomas Yakin Anaknya adalah Korban Narkotika

Lebih lanjut diungkapkan Amir, bukan hanya mengatasnamakan gubernur, oknum tersebut juga sering menjual insitusi penegak hukum. Bahkan sudah ada salah satu kelompok kerja (pokja) di Biro Pengadaan Barjas yang gertak-gertak mau ajukan ke APH atas kegiatan di tahun sebelumnya. 

Ia menegaskan, terkait kondisi tersebut maka Kadin Banten siap membantu dengan menyiapkan sejumlah pengacara untuk mendampingi pokja yang diduga akan dikriminalisasi tersebut. Dirinya juga telah berkoordinasi dengan Wakil Ketua Bidang Hukum dalam proses pelaksanaannya.

“Kadin merasa prihatin dengan kondisi tersebut, apalagi  adanya isu salah satu pokja yang akan dikriminalisasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten menyatakan tak akan melaporkan ES ke penegak hukum meski yang bersangkutan telah mencatut namanya untuk meminta-minta proyek. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler