Connect with us

Berita Terbaru

Tiba-tiba Muncul Api saat Pimpinan Ponpes dan Santri Pergi, Dua Kobong dan Sarana Belajar Rata dengan Bumi

Published

on

Dua kobong atau asrama santri di Pondok Pesantren Riyadussibyan milik Ustadz Suandi di Kampung Selacau, Desa Nagara Padang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, ludes terbakar Jumat 19 Maret 2021.
(Foto: Istimewa)

Serang – Dua kobong atau asrama santri di Pondok Pesantren Riyadussibyan milik Ustadz Suandi di Kampung Selacau, Desa Nagara Padang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, ludes terbakar Jumat 19 Maret 2021.

Dugaan sementara, api yang membakar ludes dua kobong ini berasal dari korsleting arus listrik.

Sekretaris Desa atau Sekdes Nagara Padang, Kecamatan Petir, Diki Nurohman mengatakan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, saat kobong dalam keadaan kosong.

BACA :  Usai Join Sabu Bersama Rekannya, ASN Pemprov Banten Dicokok Polres Pandeglang

“Jadi enggak ketahuan, tahu-tahu udah pada habis semua. Kondisi kosong pimpinan lagi keluar dan para santri lagi di permukiman warga,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat 19 Maret 2021.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa akan tetapi dua kobong dan beberapa Alquran serta perlengkapan santri ludes terbakar si jago merah.

“Semua barang kitab dan Quran habis. Dua kobong semuanya, yang habis terbakar satu kobong dan yang satunya itu hanya setengahnya saja. Warga udah hubungin damkar tapi gak keburu. Cepat apinya bilik soalnya salafi,” jelasnya. 

Diki menambahkan, untuk saat ini puluhan santri ngungsi di rumah ustadznya. Sebagian dari santri berasal dari warga sekitar.

BACA :  Bupati Iti Pastikan ADD Tahap Pertama Bisa Dicairkan Pekan Depan

Pihak Desa Nagara Padang, lanjut Diki, berencana untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati Serang, dinsos, dan Baznas. Untuk sementara bantuan yang sudah ada dari masyarakat sekitar. Sementara kerugian mencapai mencapai Rp 70 juta.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler