Connect with us

Berita Terbaru

Menteri ATR/BPN Tiba-tiba Datangi Polda Banten Sehari setelah Satgas Mafia Tanah Ekspos Pengungkapan; Jangan Tebang Pilih!

Published

on

Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil saat Berkunjung ke Polda Banten, Jumat 26 Maret 2021 (Istimewa)

Serang – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Sofyan Djalil mendatangi Polda Banten, Jumat 26 Maret 2021.

Sehari sebelum kedatangan Sofyan, Polda Banten mengamankan 4 orang tersangka kasus mafia tanah dengan motif memalsukan girik tanah.

Ke-4 orang ini yakni, pensiunan honorer KPP Pratama Serang berinisial MRH (55) dan petugas keamanan CS (38) Kemudian, dua orang berinisial AH (46) dan S (55).

Dalam kunjungan itu, Sofyan meminta Polda Banten tidak tebang pilih dalam menindak para mafia tanah. Sofyan juga menegaskan, akan menindak pejabat BPN dan PPAT apabila ada yang terlibat dalam kasus tersebut.

BACA :  Tertangkap Polisi saat Tawuran di Cikupa, Puluhan Pelajar Menangis Cium Kaki Orangtuanya

“Kami pun terus memperbaiki SOP, maupun administrasi kepada semua pejabat. Ini sudah perintah Bapak Presiden RI, Joko Widodo. Beliau memerintahkan penegakan hukum mafia tanah kepada semua lapisan masyarakat hingga intansi pemerintah,” katanya.

Sementara Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto menambahkan, bahwa pengungkapan kasus mafia tanah di Banten barulah sesi pertama, kedua dan ketiga.

“Karena saya dapat laporan dari Dirkrimum bahwa sudah ada penyelidikan terhadap 342 AJB (Akta Jual Beli) palsu. Bahkan akan dikembangkan dari para tersangka, mungkin ada tersangka lainnya yang akan kita tetapkan,” kata Irjen Pol Rudy

Irjen Pol Rudy menegaskan, sesuai komitmen sebagai abdi negara sudah jelas dengan Mentri ATR RI. Apabila ada ASN dari BPN yang terlibat, sambungnya, akan ditindak tegas.

BACA :  Duta Besar Singapura¬†Minta Pandangan Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf soal Situasi Politik dan Ekonomi di Banten

“Kami tetap proses hukum. Akan tetapi prooses berikutnya secara administrasi kami akan serahkan kepada Pak Mentri ATR,” pungkasnya.

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler