Connect with us

Berita Terbaru

NU Kabupaten Serang Minta Polisi Lakukan Hal Ini soal Bom di Gereja Katedral Makasar

Published

on

Ancaman Bom Mengguncang PLN GITET Cilegon, Pegawai Panik Berhamburan

Foto ilustrasi: Seorang petugas Penjinak Bom atau Jibom Gegana Polda Banten berusaha mengendalikan situasi di PLN GITET Cilegon yang diteror bom. Aksi tersebut merupakan simulasi tanggap darurat digelar, Kamis, 13 Desember 2018. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Serang – Duka kembali menyelimuti Ibu Pertiwi, menyusul ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021.

Akibat peristiwa tersebut, kurang lebih 14 orang dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka-luka di leher, dada, tangan seta kaki akibat terkena serpihan bom.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua PC NU Kabupaten Serang, Abdul Gofur mengatakan, tindakan tersebut keji. Pihaknya mengutuk pelaku peledakan bom bunuh diri di Makassar itu.

BACA :  Detik-detik Pemungutan Suara Pilkada 2020, Gubernur Banten Minta Paslon Tak Menonjolkan Konflik

“Ini aksi keji yang bertentangan dengan kemanusiaan dan Agama apapun, tindakan teror yang mengakibatkan kerusakan dan korban tidak dapat dibenarkan atas alasan apapun”, tegas Gofur melalui sambungan telpon kepada awak media, Minggu 28 Maret 2021.

Ia menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama mendukung Polri segera melakukan penegakan hukum dan menangkap dalang teror hingga pencarian aktor intelektual dan jaringan dibalik aksi peledakan bom.

“Masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan damai percayakan sepenuhnya pada Polri,” ungkapnya.

Gofur meminta kepada pihak manapun untuk tidak mengaaitkan peristiwa peledakan bom di Makassar dengan suatu agama, kelompok atau golongan tertentu baik dari sisi pelaku maupun korban.

“Kami menyerukan kepada semua tokoh dan pemeluk agama, serta pemimpin kelompok dan golongan untuk menjaga persatuan dan kadamaian, dengan terus mendorong situasi yang kondusif dan saling melindungi,” tutupnya.

BACA :  Tiga Keluruhan di Tangerang Selatan Sudah Ramah Anak

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler